Aprinaldi, Fiklal (2025) Ketamakan Bani Israil Dalam Al-Qur`an Surat Al-Baaqarah Ayat 96 (Pendekatan Teori Ma'na Cum Maghza). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (418kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (278kB) |
|
|
Text (BAB V&Daftar Pustaka)
BAB V.pdf - Published Version Download (440kB) |
|
|
Text (Full Text)
Skripsi Fiklal.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang sifat tamak yang digambarkan pada Bani Israil dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 96 dengan menggunakan pendekatan Ma’na Cum Maghza. Sifat tamak merupakan perilaku tercela yang menyebabkan seseorang selalu merasa kurang, mencintai dunia secara berlebihan, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Dalam ayat yang dikaji, Allah menggambarkan Bani Israil sebagai kaum yang paling tamak terhadap kehidupan dunia, bahkan melebihi orang-orang musyrik, meskipun mereka mengetahui adanya kehidupan akhirat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber primer berupa Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta buku-buku karya Sahiron Syamsuddin terkait teori Ma’na Cum Maghza. Sumber sekunder berupa karya ilmiah terdahulu, jurnal, dan artikel yang relevan. Analisis dilakukan dengan tiga langkah utama: (1) menggali makna historis (ma’na tarikhi) melalui kajian linguistik, intratekstualitas, intertekstualitas, dan konteks sejarah; (2) menemukan pesan utama historis (maghza tarikhi) yang terkandung dalam ayat; dan (3) mengaktualisasikan pesan tersebut dalam konteks kekinian (maghza mutaharrik mu’ashir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, kata ahrasha an-nas dalam ayat ini menggambarkan kerakusan Bani Israil terhadap kehidupan dunia tanpa mempertimbangkan akibat di akhirat. Pesan utamanya adalah peringatan agar manusia tidak terjebak dalam cinta dunia yang berlebihan karena tidak akan menyelamatkan dari azab Allah. Dalam konteks modern, ayat ini relevan dengan fenomena kerakusan politik, korupsi, kolonialisme, dan gaya hidup materialistik. Pesan utama dari ayat ini adalah peringatan universal agar manusia menghindari sifat tamak, menumbuhkan rasa syukur, dan menyiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Kata kunci:Tamak, Bani Israil, Al-Baqarah 96, Ma’na Cum Maghza.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bani Israil, al-Baqarah 96, Ma'na Cum Maghza |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 07:49 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 07:49 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/31164 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
