Homoseksual Sebagai Pemicu Perceraian(Studi Kasus Analisis Putusan Pengadilan Agama Kota Payakumbuh No:293/Pdt./2020/Pa.Pyk dan No:46/Pdt.G/2022/Pa.Pyk)

Mulyani, Thia (2025) Homoseksual Sebagai Pemicu Perceraian(Studi Kasus Analisis Putusan Pengadilan Agama Kota Payakumbuh No:293/Pdt./2020/Pa.Pyk dan No:46/Pdt.G/2022/Pa.Pyk). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
cover thia mulyani.pdf - Published Version

Download (571kB)
[img] Text (BAB I)
bab 1 thia mulyani.pdf - Published Version

Download (288kB)
[img] Text (BAB III)
bab III thia mulyani.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
bab v-daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (204kB)
[img] Text (FULL TEXT I-V)
skripsi thiaaa bismillah fixxxxx.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas penyimpangan seksual, khususnya homoseksualitas, sebagai pemicu perceraian dalam perspektif hukum Islam melalui studi kasus putusan Pengadilan Agama Payakumbuh Nomor 293/Pdt.G/2020/Pa.Pyk dan Nomor 46/Pdt.G/2022/Pa.Pyk. Fenomena penyimpangan seksual, meskipun tidak secara eksplisit tercantum sebagai alasan perceraian dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), dapat dikategorikan sebagai perbuatan zina atau perbuatan asusila yang sukar disembuhkan. Penelitian ini menyoroti bahwa homoseksualitas tidak hanya bertentangan dengan norma agama dan hukum, tetapi juga mengganggu keharmonisan rumah tangga karena menghilangkan fungsi nafkah batin dan tujuan sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam perkawinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research yang mengandalkan data sekunder dari literatur hukum, peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan jurnal ilmiah terkait. Analisis dilakukan dengan teknik content analysis untuk mengkaji landasan teoritis perzinaan, ragam penyimpangan seksual, serta persamaan dan perbedaannya dengan homoseksualitas, baik dalam hukum Islam maupun hukum positif Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perkara gugat cerai tersebut memiliki pola yang sama, yaitu suami tidak memberikan nafkah batin karena orientasi seksualnya, dan dalam proses persidangan tergugat tidak hadir sehingga dalil penggugat dianggap diakui sesuai ketentuan hukum acara. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa homoseksualitas dalam konteks rumah tangga dapat menjadi alasan yang sah untuk perceraian apabila dikaitkan dengan pasal 116 KHI, khususnya kategori perbuatan zina atau asusila. Dari perspektif hukum Islam, homoseksualitas disamakan dengan perzinaan yang dikenakan hukuman hadd atau ta’zir sesuai ijtihad ulama..

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penyimpangan seksual, homoseksualitas, perzinaan , perceraian
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 07 Sep 2025 13:43
Last Modified: 07 Sep 2025 13:43
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30709

Actions (login required)

View Item View Item