Penelantaran Orang Tua Oleh Anak Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam)

Apta Yola, Lidya (2025) Penelantaran Orang Tua Oleh Anak Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
File Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (224kB)
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (298kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB 5 dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (194kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Riset ini dilatarbelakangi karena penelantaran orang tua telah menjadi isu penting seiring dengan perubahan sosial dan budaya, meskipun hukum positif dan ajaran Islam sama-sama menekankan kewajiban anak untuk merawat dan memelihara orangtuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas kewajiban anak terhadap orang tua pada pasal 46 menurut UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang terjadi di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, untuk mengetahui respon (masyarakat, alim ulama, cadiak pandai dan para ahli) terhadap fenomena penelantaran orang tua oleh anak di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam dan untuk mengetahui pandangan hukum keluarga Islam terhadap kewajiban anak merawat orang tua di Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam sesuai dengan ketentuan Pasal 46 UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris atau lapangan dengan menggunakan jenis pendekatan yuridis sosiologis yang menggabungkan studi normatif hukum (yuridis) dengan studi empiris terhadap kenyataan sosial di masyarakat (sosiologis). Hasil penelitian ini adalah bahwa pertama, efektivitas pelaksanaan Pasal 46 belum optimal, terlihat dari masih adanya penelantaran orang tua secara fisik, psikis dan finansial. Kedua, Masyarakat dan tokoh adat telah melakukan berbagai upaya seperti memberikan bantuan bergilir dan program sosial untuk mengatasi permasalahan ini. Ketiga, secara normatif, hukum Islam menekankan hubungan timbal balik antara anak dan orang tua, serta pentingnya birrul walidain sebagai kewajiban utama anak. Kata Kunci : Penelantaran, Birrul Walidain

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penelantaran, Birrul Walidain
Subjects: Agama Islam > Agama Islam Umum
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 07 Sep 2025 13:20
Last Modified: 07 Sep 2025 13:20
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30643

Actions (login required)

View Item View Item