Rayhan, Muhammad (2025) Analisis Pandangan Mazhab Hanafi Dan Mazhab Maliki Tentang Syarat Didampingi Mahram Dalam Haji Wanita. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Cover Skripsi-Daftar Isi M.Rayhan.pdf - Published Version Download (885kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I Skripsi M.Rayhan.pdf - Published Version Download (467kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III Skripsi M. Rayhan.pdf - Published Version Download (529kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V & Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (323kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Skripsi Final Season M.Rayhan Repository Watermark.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dengan Mazhab Maliki mengenai syarat didampingi mahram bagi pelaksanaan ibadah haji wanita. Menurut Mazhab Hanafi, keberadaan mahram merupakan syarat wajib haji bagi wanita, sementara menurut Mazhab Maliki mahram bukanlah syarat wajib haji bagi wanita, selagi keamanan dirinya dapat terjamin. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah “Bagaimana pandangan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki tentang syarat didampingi mahram dalam haji wanita?”. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. Apa pendapat dan dalil yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki tentang syarat didampingi mahram dalam haji wanita? 2. Apa penyebab terjadinya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki tentang syarat didampingi mahram dalam haji wanita? 3. Apa pendapat yang terkuat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki tentang syarat didampingi mahram dalam perjalanan haji wanita ?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu penelitian dengan menelaah kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan masing-masing Mazhab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa yang menjadi sebab perbedaan pendapat adalah karena berbeda di dalam memahami dalil, Mazhab Hanafi memahami hadits tentang larangan perempuan melakukan perjalanan jauh tanpa mahram secara zhahir, sementara Mazhab Maliki memandang ‘llat keamanan perjalanan wanita dan mendahulukan ayat perintah haji bagi siapa saja yang mampu melakukan perjalanan ke Mekah. Pendapat yang terkuat adalah pendapat Mazhab Maliki, karena didukung oleh dalil ijma’ sahabat pada masa Khalifah Umar membolehkan istri-istri Nabi SAW. melaksanakan haji tanpa didampingi mahram dengan mengutus Utsman bin ‘Affan dan ‘Abdurrahman bin ’Auf. Berdasarkan ijma’ tersebut, perintah haji yang terdapat dalam Surat Ali ‘Imran mengikat bagi wanita yang tidak bersama mahramnya, selagi terdapat rombongan yang dapat memberikan perlindungan terhadap dirinya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Haji, Mahram, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Haji |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 13:12 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 13:12 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30631 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
