Rahmi, Nadiatur (2025) Tanggung Jawab Nafkah Anak oleh Mamak Pasca Perceraian (Studi Kasus di Nagari Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Cover sampai Daftar Isi.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (987kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (732kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V dan DAPUS.pdf - Published Version Download (682kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
NADIATUR RAHMI_2113010063_FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (15MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena tanggung jawab nafkah anak oleh mamak yang terjadi di tengah masyarakat di Nagari Lasi Kecamatan Candung Kabupaten Agam. Terdapat tiga pertanyaan yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab tanggung jawab nafkah anak oleh mamak di Nagari Lasi? Apa dampak tanggung jawab nafkah anak oleh mamak terhadap pemenuhan hak anak dan peran ayah? Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap tanggung jawab nafkah anak oleh mamak? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan mamak, ibu kandung, anak, tokoh adat dan tokoh agama setempat. Data sekunder berasal dari buku, artikel ilmiah, dan jenis referensi lainnya yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa, pertama faktor penyebab tanggung jawab nafkah anak oleh mamak disebabkan oleh adanya aturan adat, ketidakhadiran dan ketidakmampuan ayah dalam menafkahi anak, musyawarah dan kesepakatan keluarga besar, tuntutan sosial terhadap mamak, dan lemahnya ekonomi ibu kandung. Kedua, dampak tanggung jawab nafkah anak oleh mamak adalah terpenuhinya hak anak secara fungsional oleh mamak, melemahnya peran ayah secara sosial dan ekonomi, dan anak lebih dekat dan bergantung kepada mamak. Ketiga, pandangan hukum Islam terhadap tanggung jawab nafkah anak oleh mamak adalah kewajiban ayah yang bersifat tetap dan tidak dapat dialihkan, kecuali dalam kondisi darurat yang dibenarkan syari’at. Peran mamak sebagai pemberi nafkah bukan kewajiban syar’i, melainkan bentuk solidaritas sosial yang bersumber dari adat. Oleh karena itu, meskipun pelaksanaan nafkah oleh mamak dapat diterima secara sosial, secara hukum Islam tanggung jawab tetap berada pada ayah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nafkah Anak, Mamak, Kekerabatan Matrilineal, Hukum Islam |
| Subjects: | U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 11:51 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 11:51 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
