Khairat, Fauniatun (2025) Tinjauan Urf Terhadap Pelaksanaan Punjung Kuning pada Pasangan Kawin Lari di Desa Talang Baru Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
cover fauni upload benar.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 1)
bab 1 fauni upload.pdf - Published Version Download (731kB) |
|
|
Text (Bab 3)
siap bab 3 fauni.pdf - Published Version Download (821kB) |
|
|
Text (Bab 5)
bab 5 fauni.pdf - Published Version Download (658kB) |
|
|
Text (Bab 1-5)
bab 1-5 fauni_merged.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kawin lari di Desa Talang Baru, di mana pasangan menikah tanpa mengikuti adat setempat maka akan dikenai sanksi punjung kuning. Jika sanksi tidak dibayar, maka pasangan dikucilkan sesuai aturan adat desa. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang dan pelaksanaan punjung kuning serta menganalisis tinjauan ‘urf terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pengumpulan data di lapangan (Field research). Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pelaku kawin lari, orang tua, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan memahami fenomena yang terjadi di masyarakat secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, latar belakang dan pelaksanaan punjung kuning adalah karena adanya pelanggaran terhadap aturan adat, khususnya ketidakpatuhan pada prosedur upacara adat pernikahan di Desa Talang Baru. Tradisi punjung kuning dilaksanakan secara terstruktur dengan keterlibatan tokoh adat sebagai mekanisme pengendalian sosial untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Selain sebagai sanksi, punjung kuning terkait dengan ritual nanggal subang yang melambangkan ikatan dan komitmen pasangan pengantin, sehingga memperkuat nilai budaya dan makna simbolik dalam prosesi pernikahan adat desa tersebut. Kedua, tinjauan ‘urf terhadap tradisi punjung kuning menunjukkan bahwa tradisi ini merupakan kebiasaan turun-temurun yang sudah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat. Punjung kuning berfungsi sebagai mekanisme pengendalian sosial yang menjaga keharmonisan dan ketertiban komunitas melalui proses pembayaran denda dan permohonan maaf kepada tokoh adat dan masyarakat. Tradisi ini diterima secara luas dan memiliki manfaat sosial nyata dalam mengatur norma dan tata nilai dalam masyarakat. Melalui pendekatan ‘urf, punjung kuning dapat dipahami sebagai praktik adat yang hidup dan berperan signifikan dalam menjaga keseimbangan sosial serta menegakkan hukum adat yang berjalan selaras dengan nilai budaya setempat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kawin Lari, Punjung Kuning dan Urf |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat dalam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 07:41 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 07:41 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30330 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
