Jumadi, Muhammad (2025) Nilai Sufistik Tradisi Sumbayang 40 Hari Tharekat Syattariyah di Mesjid Raya Ringan-Ringan Kabupaten Padang Pariaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER- DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (781kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version Download (782kB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version Download (426kB) |
|
|
Text (BAB 5)
BAB 5-DAPUS.pdf - Published Version Download (528kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Ibadah merupakan tujuan hakiki dari penciptaan manusia. Ibadah merupakan perbuatan menyatakan bukti kepada Allah SWT dengan mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala larangannya. Untuk mencapai tujuan tersebut Allah SWT mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitabnya sebagai pedoman untuk umat Islam, banyak cara syariat Islam mengajarkan untuk mencapai tujuan ibadah tersebut, seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, dan lain sebagainya. Terutama shalat berjamaah 40 hari yang merupakan tradisi yang dilakukan secara terus menerus. Selain berfungsi sebagai ibadah, tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial antar anggota masyarakat dan menjadi media untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya ibadah dan nilai-nilai agama. Dengan demikian, tradisi Sumbayang Ampek Puluah Hari dalam tarekat Syattariyah tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan upaya kolektif untuk memperkuat iman dan mempererat hubungan antar sesama. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan mendeskripsikan pengamatan terhadap fenomena di lapangan. Kemudian untuk melakukan validasi data penulis menggunakan triangulasi yang terdiri dari triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi shalat 40 hari ini masih eksis sampai sekarang dengan berbagai keunikan dari pelaksanaannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi sumbayang 40 hari, yang berakar pada hadis tentang shalat 40 hari, memiliki nilai sufistik yang relevan dengan kehidpuan sehari-hari. Tradisi ini mengintegrasikan ajaran Tarekat Syattariyah ke dalam praktik keagamaan sehari-hari masyarakat Ringan-ringan dan memperkuat spiritualitas serta membentuk karakter jamaah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sumbayang 40 hari, Tharekat Syattariyah, Nilai-nilai Sufistik |
| Subjects: | U Umum (General) > Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 08:22 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 08:22 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
