Wahyu Chandra, Azahra Dalyllah (2025) “Makna وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ dalam Q.S. An-Nisa’(4):6 (Pendekatan Ma’na Cum Maghza)”. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover-daftar isi)
Cover-Daftar isi Repository.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I AZAHRA 2115050097)
BAB I REPOSITORY SKRIPSI.pdf - Published Version Download (607kB) |
|
|
Text (BAB III AZAHRA 2115050097)
BAB III REPOSITORY SKRIPSI.pdf - Published Version Download (498kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFPUS AZAHRA 2115050097)
BAB V REPOSITORY SKRIPSI.pdf - Published Version Download (502kB) |
|
|
Text (FULL TEXT AZAHRA 2115050097)
Skripsi Zaza Fulltext Repository.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan untuk memahami Makna وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ dalam QS. An-Nisa’(4):6 yang lebih mendalam tentang menguji anak yatim melalui pendekatan ma’na cum maghza. Maka tujuan penelitian ini adalah: mengetahui al-ma’na al-tarikhi, al-maghza al-tarikhi, dan al-maghza al-mutahrrik al-mu’ashirah lafal “wabtalu yatama” dalam al-qur’an menurut pendekatan ma’na cum maghza. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan fokus pada penelitian studi kepustakaan (library research) dengan sumber primer berupa Al-Qur’an, Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Qur’an Al-Karim, dan buku yang berkaitan ma’na cum maghza karya Sahiron Syamsuddin. Sedangkan sumber sekunder berupa kamus bahasa arab, kitab tafsir, buku Asbabun nuzul, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, dan dokumen lainnya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara kepustakaan, sedangkan teknik analisis data menggunakan pendekatan ma’na cum maghza melalui langkah-langkah dan makna وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, al-ma’na al-tarikhi lafadz وَابْتَلُوا الْيَتَامَى (Q.S. An-Nisa’: 6) yang berarti perintah untuk menguji anak yatim sebelum menyerahkan harta mereka. Secara linguistik, kata wabtalu berarti "menguji", sedangkan yatama merujuk pada anak-anak yang kehilangan ayah. Kedua, Secara historis maghza tarikhi, ayat ini turun pada masa masyarakat Jahiliyah yang patriarki, ketika anak yatim kerap ditelantarkan dan dizalimi. Kisah Tsabit bin Rifa'ah RA menjadi faktor utama turunya ayat ini. Ketiga, maghza mutaharrik al-mu’ashirah ayat ini memuat nilai dasar kemanusiaan (fundamental values) dan nilai instruksi (instructional values). Islam mengajarkan pentingnya tanggung jawab, keadilan, amanah, dan pendidikan terhadap anak yatim. Ayat ini juga relevan dengan kebijakan sosial masa kini, mendorong integrasi ilmu modern (seperti psikologi, sosiologi, dan ekonomi) dalam perlindungan anak yatim serta membangun empati Bersama dalam masyarakat. Kata kunci: Al-Qur’an, وَابْتَلُوا الْيَتَامَى, Teori Ma’na Cum Maghza
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur’an, وَابْتَلُوا الْيَتَامَى, Teori Ma’na Cum Maghza |
| Subjects: | Agama Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 09:04 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 09:04 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/30295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
