Fikri, Muhammad Rijalul (2025) Konsep Wasilah Dalam Al-qur'an (Studi Komparatif Antara Tafsir Tarjuman Al-mustafid dan Tafsir Al-azhar). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I alull.pdf - Published Version Download (397kB) |
|
|
Text (BAB II)
BAB III alull.pdf - Published Version Download (258kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V dan daftar pustaka alull.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (FULLTEX)
Skrisi Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Konsep Wasīlah dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif antara Tafsir Tarjumān al-Mustafid dan Tafsir Al-Azhar)” yang dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemahaman di kalangan umat Islam mengenai makna dan aplikasi wasīlah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Permasalahan ini penting dikaji karena menyangkut aspek akidah, ibadah, dan praktik keagamaan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna wasīlah dalam Al-Qur’an dan menelaah perbedaan penafsiran antara dua mufassir Nusantara, yakni Syaikh Abdurrauf al-Singkili melalui Tarjumān al-Mustafid dan Buya Hamka melalui Tafsir Al-Azhar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan kualitatif kepustakaan, yaitu dengan menghimpun data dari kitab tafsir, literatur tafsir klasik maupun modern, serta kajian akademik terkait konsep wasīlah. Analisis dilakukan dengan membandingkan teks penafsiran kedua mufassir dan menyoroti perbedaan maupun persamaannya. Dalam kajian teoritis, penelitian ini menggunakan teori tafsir bi al-ma’tsūr dan bi al-ra’yi untuk memetakan metode penafsiran yang digunakan kedua mufassir, serta teori adab al-ijtimā‘ī guna menelaah corak sosial-kemasyarakatan yang mewarnai karya tafsir Nusantara. Teori ini dipakai untuk melihat keterkaitan antara makna wasīlah dengan kebutuhan masyarakat pada konteks sejarah yang berbeda. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam Tarjumān al-Mustafid, wasīlah dipahami sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, doa, dan jihad. Sedangkan dalam Tafsir Al-Azhar, wasīlah ditafsirkan sebagai amal kebajikan dan ibadah yang mengantarkan manusia kepada keridaan Allah, dengan penekanan agar tidak menjadikan orang yang telah wafat atau masih hidup sebagai perantara doa demi menjaga kemurnian tauhid. Kesimpulannya, penelitian ini menemukan titik temu kedua tafsir dalam makna dasar wasīlah sebagai sarana taqarrub kepada Allah Swt, namun terdapat perbedaan dalam aspek aplikatif terkait hukum tawassul melalui perantara manusia. Perbedaan ini mencerminkan kekayaan khazanah tafsir Islam Nusantara dalam memahami wasīlah, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga prinsip akidah dan adab Islami dalam praktik ibadah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wasilah, Tafsir Tajuman Al-mustafid, Tafsir Al-azhar. |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 05:28 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 05:28 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/29745 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
