Aisyah, Nabila (2025) Studi Komperatif Antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii Tentang Hukum Membaca Basmalah Dalam Sholat. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Nabila Aisyah.NIM 2113020010.COVER_DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
Nabila Aisyah.NIM 2113020010.BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
Nabila Aisyah.NIM 2113020010.BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
Nabila Aisyah.NIM 2113020010.BAB V.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Skripsi Nabila Aisyah Tanpa biodata.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Perbedaan Dalam Menafsirkan Ayat al-quran, dan Metode Istinbath. Mazhab Hanafi mengatakan bahwa basmalah bukan ayat dari Al-Fatiha, Sedangkan Mazhab Syafii mengatakan bahwa basmalah termasuk ayat dari Alfatiha. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana perbedaan pendapat dalam hukum membaca basmalah dalam sholat perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii. Berdasarkan latar belakang diatas pertanyaan penelitian ada tiga, yakni: (1) Apa dalil dan metode istinbath yang digunakan Mazhab Hanafi dab Mazhab Syafii tentang hukum membaca basmalah dalam sholat? (2) Apa penyebab terjadinya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii tentang hukum membaca basmalah dalam sholat? (3) Apa pendapat yang paling rajih dan relevan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii? Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan metode komparatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Dalil yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii adalah QS.al-Fatihah: 1 dan QS.. al-Hijr: 87, adapun metode istinbath yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafii adalah metode bayani. (2) Sebab perbedaan kedua mazhab tersebut adalah berbeda dalam menafsirkan dalil tentang hukum membaca basmalah dalam sholat. (3) Pendapat yang paling rajih dan relevan menurut penulis adalah Pendapat yang dikemukakan oleh Mazhab Hanafi bahwa membaca basmalah dalam sholat itu membacanya sirr. Hal ini dari segi makna hadist Annas memberikan bobot paling kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi tidak menganggap basmalah sebagai bagian dari Surah Al-Fatihah dan membacanya secara sirr (pelan), sementara Mazhab Syafi’i menganggap basmalah sebagai ayat pertama dari Al-Fatihah dan menganjurkan untuk menjaharkannya (membaca dengan keras) dalam salat jahriyah. Praktik Nabi ﷺ serta para sahabat dalam menjaharkan basmalah, sesuai pula dengan bacaan sebagian qira’at yang menjadikan basmalah sebagai ayat dari Al-Fatihah. Kata Kunci: Basmalah, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i, Al-Fatihah, Komparatif
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Basmalah, Mazhab Hanafi, Mazhab Syafi’i, Al-Fatihah, Komparatif |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Shalat Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Aliran dan Sekte dalam Islam Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 08 Sep 2025 10:11 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28969 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
