Zakiy, Muhammad (2025) Kajian Terhadap Penetapan Masa Iddah dalam Pemikiran Ahli Fikih Kontemporer: Perspektif Maqashid al-Syari'ah. Skripsi thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Muhammad Zakiy. NIM. 2113010200, Cover Skripsi-daftar isi.pdf - Published Version Download (830kB) |
|
|
Text (BAB I)
Muhammad Zakiy. Nim. 2113010200 Bab 1.pdf - Published Version Download (373kB) |
|
|
Text (BAB III)
Muhammad Zakiy. NIM. 2113010200. Bab 3.pdf - Published Version Download (438kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
Muhammad Zakiy. NIM. 2113010200. Bab 5 dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Muhammad Zakiy. NIM. 2113010200, Skripsi full teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pemikiran ahli fikih kontemporer untuk meninjau kembali konsep masa iddah dalam hukum Islam. Perkembangan medis saat ini memungkinkan deteksi kehamilan secara dini, khususnya bagi perempuan yang menjalani iddah akibat ditinggal wafat suami, sehingga alasan biologis yang menjadi dasar dalam fikih klasik mereka pertanyakan. Dalam konteks ini, lima tokoh pemikir fikih kontemporer, yakni Dr. Hj. Umi Chaidaroh, Prof. Dr. Hj. Hazaimah Tahido Yanggo, Muhammad Isna Wahyudi, Vivi Kurniawati, dan Dr. Hj. Rusdaya Basri, menegaskan bahwa iddah tetap wajib secara syar’i, meskipun ada pandangan tentang keringanan tertentu bagi perempuan yang yang ditinggal mati suaminya mengalami kesulitan dalam menjalankannya. Tujuan penelitian ini adalah: pertama, menganalisis dalil dan argumentasi tentang masa iddah yang digunakan dalam pemikir fikih kontemporer. Kedua, menganalisis pendekatan yang digunakan di dalam pemikir fikih kontemporer terhadap masa iddah. Ketiga, menganalisis tujuan iddah perspektif maqashid al-syari’ah diimplementasikan dalam pemikir fikih kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kupustakaan (library research) dengan pendekatan analisis komparatif (comparative analysis) dengan menelaah perbedaan pandangan para tokoh kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kecenderungan utama dalam memahami masa iddah. Pertama, kelompok yang mendorong pembaharuan hukum iddah dengan mempertimbangkan konteks sosial perempuan yang menjalani iddah akibat ditinggal mati suami, serta menggunakan pendekatan maqashid al-syari’ah dan ijtihad kontekstual. Kedua, kelompok yang tetap mempertahankan pemahaman klasik dengan berpegang pada makna literal teks dan pendekatan ta'abbudi. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pemikiran dalam merespon perubahan sosial tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masa iddah tetap merupakan kewajiban syar’i, tetapi penerapannya dapat disesuaikan secara bijak agar relevan dengan perkembangan zaman. Dalam perspektif maqashid al-syari’ah, masa iddah tidak semata-mata bertujuan memastikan rahim bebas dari kehamilan sebagai bentuk penjagaan keturunan (hifz al-nasl), tetapi juga berfungsi memberi ruang pemulihan emosional (hifz al-nafs) serta menjaga martabat dan kehormatan perempuan di hadapan masyarakat (hifz al-‘irdh).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Iddah, Fikih Kontemporer, Maqashid al-syariah, Ijtihad. |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 06 Sep 2025 11:29 |
| Last Modified: | 06 Sep 2025 11:29 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28774 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
