Adilla, Adilla (2025) Pembayaran Upah Buruh Bongkar Muat Buah Sawit dalam Perspektif Fikih Muamalah (Studi Kasus di PT Sawit Jujuhan Abadi Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Adilla 2113040055 Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Adilla 2113040055 BAB I.pdf - Published Version Download (433kB) |
|
|
Text (BAB III)
Adilla 2113040055 BAB III.pdf - Published Version Download (451kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
Adilla 2113040055 BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (332kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Adilla 2113040055 Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak terpenuhinya pembayaran upah buruh bongkar muat buah sawit di PT Sawit Jujuhan Abadi karena tidak dikeluarkannya upah buah pulangan yang telah dibongkar dan adanya potongan 4% yang mempengaruhi upah buruh. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mendeskripsikan sistem pengupahan pekerja sawit dari panen hingga penjualan ke perusahaan. Kedua, mendeskripsikan sistem pembayaran upah buruh bongkar muat buah sawit di PT Sawit Jujuhan Abadi di Kecamatan Jujuhan. Ketiga, menganalisis tinjauan fikih muamalah terhadap pembayaran upah buruh bongkar muat sawit pada PT Sawit Jujuhan Abadi di Kecamatan Jujuhan? Penelitian merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dan diolah serta dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan beberapa hal, yaitu: Pertama, pembayaran upah pekerja sawit meliputi panen, pengangkutan, pemuatan dan penjualan ke pabrik. Tukang panen dibayar oleh pemilik kebun sesuai dengan jumlah buah, sedangkan pekerja muat dibayar Rp. 50.000/ton dan sopir pengangkutan Rp. 25.000/ton oleh toke secara mingguan. Kedua, pembayaran upah buruh bongkar muat di PT SJA melalui kerja sama dengan koperasi. Perusahaan memberikan upah sebesar Rp. 15.000/ton, dibayarkan setiap hari berdasarkan berat buah yang diterima perusahaan. Alasan tidak dibayarkan buah pulangan adalah karena perusahaan telah mengambil alih pembayaran upah buruh. dan pemotongan sebesar 4% dilakukan oleh koperasi yang dipergunakan untuk biaya operasional koperasi. Ketiga, menurut fikih muamalah upah telah memenuhi rukun tetapi belum memenuhi syarat ujrah karena kesepakatan upah tidak disertai dengan penjelasan yang jelas, serta belum memenuhi prinsip keadilan dalam ujrah karena kerugian hanya dibebankan kepada pihak buruh dalam bentuk pengurangan upah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ujrah, buruh, perjanjian |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 06 Sep 2025 11:52 |
| Last Modified: | 06 Sep 2025 11:52 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28734 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
