Fernando, Agung (2025) Insentif Pelaksanaan Ibadah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al- Minangkabawi Sumatera Barat di Tinjau dari Teori Al-Ijarah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER DAN DAFTAR ISI)
COVER dan DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (646kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (531kB) |
|
|
Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (156kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik pemberian insentif kepada petugas pelaksana ibadah di masjid, termasuk di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat. Tetapi tidak semua masjid memakai insentif. Praktik ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat dan ulama karena ibadah, dalam pandangan Islam, seharusnya dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan tulus hanya karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan. Namun, di sisi lain, pelaksanaan ibadah di masjid juga membutuhkan kesiapan kesehatan manusia yang profesional, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana praktik pemberian insentif kepada pelaksana ibadah di masjid tersebut dilakukan dan bagaimana pandangan Teori Al-Ijarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengurus masjid, imam, muazin, khatib, keamanan dan kebersihan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan pendekatan normatif, yakni dengan membandingkan temuan di lapangan dengan ketentuan Teori Al-Ijarah, Dalam konsep akad ijarah (sewa jasa) yang menjadi dasar hukum bagi aktivitas yang bersifat transaksi upah-mengupah. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian insentif di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah menjadi kebiasaan yang diterima secara sosial dan dianggap sebagai bentuk penghargaan atau tranportasi terhadap jasa dan pengorbanan waktu para petugas ibadah. Imam, muazin, khatib dan petugas lainnya tidak hanya bertugas memimpin dan mendampingi ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan kualitas pelaksanaan ibadah tetap terjaga. Dari sudut pandang Teori Al-Ijarah, praktik ini dapat dibenarkan karena memenuhi unsur dan syarat sahnya akad ijarah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ijarah, Insentif, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi |
| Subjects: | U Umum (General) > Hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 07:11 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 07:11 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
