Putri, Gesri Ramia (2025) Analisis Terhadap Tingginya Angka Putusan Verstek Dalam Perkara Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Muara Labuh. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI (Gesri Ramia Putri 2113010112).pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I (Gesri Ramia Putri 2113010112).pdf - Published Version Download (692kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III (Gesri Ramia Putri 2113010112).pdf - Published Version Download (780kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA (Gesri Ramia Putri 2113010112).pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
ALL BAB (Gesri Ramia Putri 2113010112).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perkara cerai gugat yang diputus secara verstek, yang mana hal ini disebabkan karena ketidakhadiran tergugat di persidangan. Pengadilan Agama Muara Labuh telah berusaha memanggil pihak tergugat untuk datang di persidangan dengan melakukan tiga kali panggilan tetapi tergugat tidak juga hadir di persidangan. Oleh sebab itu, penulis tertarik meneliti bagaimana perkara cerai gugat dengan putusan verstek, faktor-faktor penyebab tingginya angka putusan verstek, dan upaya Pengadilan Agama Muara Labuh ketika angka putusan verstek dalam perkara cerai gugat tinggi? Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah pertama, Perkara cerai gugat dengan putusan verstek di Pengadilan Agama Muara Labuh pada tahun 2024 yang diteliti ada 20 putusan, semua putusan tersebut dikabulkan. Dari 20 putusan itu perkaranya mulai dari perkara nafkah, KDRT, perselingkuhan, pertengkaran hingga narkoba. Semua perkara tersebut para suami yang diceraikan oleh istrinya banyak berusia 25-45 tahun dan usia istri yang banyak menggugat cerai pada usia 26-45 tahun, dengan usia pernikahan kurang dari 1-3 tahun, pendidikan yang dimiliki para suami didominasi dari tamatan SD, SLTP, dan SLTA, sedangkan pendidikan yang dimiliki para istri yang mengajukan perceraian didominasi dari tamatan SLTP, SLTA, dan S1, pekerjaan para suami yang digugat cerai oleh istrinya hanya seorang petani dan sopir, sementara pekerjaan istri hanyalah seorang ibu rumah tangga. Kedua, Penyebab tingginya angka putusan verstek dalam perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Muara Labuh yaitu karena tergugat sengaja tidak ingin menghadiri persidangan, karena tergugat tidak berada di wilayah hukum Pengadilan Agama Muara Labuh, karena faktor geografis atau akses jalan. Ketiga, upaya Pengadilan Agama Muara Labuh ketika angka putusan verstek tinggi dalam perkara cerai gugat yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesadaran hukum dan mengenai peraturan yang berlaku, menghubungi para pihak tergugat agar hadir di persidangan, diadakannya sidang luar Pengadilan atau sidang keliling.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Putusan Verstek, Cerai Gugat |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 09:58 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 09:58 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28390 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
