Akal Perspektif Hamka (Studi Analisis Buku Falsafah Hidup)

Atikah, Fariha (2025) Akal Perspektif Hamka (Studi Analisis Buku Falsafah Hidup). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
Fariha Atikah-2115010052-Cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab I)
Fariha Atikah. NIM 211501052 BAB I.pdf - Published Version

Download (632kB)
[img] Text (Bab III)
Fariha Atikah. NIM 2115010052 BAB III.pdf - Published Version

Download (647kB)
[img] Text (Bab V daftar pustaka)
Fariha Atikah. NIM 2115010052 bab v dan daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (fulltext)
Fariha Atikah-2115010052-Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah manusia dengan adanya akal tetap sama dengan makhluk ciptaan Allah lainnya? Penelitian ini menjawab persoalan diatas berdasarkan pandangan Hamka.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Makna Akal menurut Hamka dalam buku Falsafah Hidup. Permasalahan Penelitian ini dibatasi dengan tiga hal, yakni: Bagaimana makna akal menurut Hamka, apa tujuan akal menurut Hamka, dan Bagaimana kaitan antara akal dan ilmu menurut Hamka. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menjelaskan akal Menurut Hamka, tujuan akal menurut Hamka, dan kaitan antara akal dan ilmu menurut Hamka. Jenis penelitian ini Adalah kepustakaan (library research) dengan menggunakan Metod Induktif , dan Metone Analisis Kritis. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu sumber primer dari buku “Falsafah Hidup” karya dari Hamka. Sedangkan sumber data sekunder dari Penelitian ini ialah bahan bacaan yang berkaitan dengan permasalahan Yang penulis bahas. Hasil penelitian dalam skripsi ini adalah akal menurut Hamka Adalah ikatan. Akal mengikat manusia supaya tidak lepas mengikuti hawa Nafsunya. Dengan adanya akal manusia memiliki kebebasan untuk berpikir Dan berkehendak. Larangan berfilsafat bagi Hamka sama saja dengan Menghambat kemajuan dan menimbulkan kelesuan dalam berpikir. Akal Mempunyai kedudukan yang mulia dalam Islam. Akal yang sehat selalu Sejalan dengan syariat Allah swt. Dalam segala persoalan. Hamka Mengatakan bahwa akal mampu mengetahui adanya Tuhan. Ma’rifatullah Adalah tujuan akhir dari akal. Adapun akal dan ilmu satu adanya dan tidak Bisa dipisahkan. Orang yang tidak berakal tidak akan pernah mencapai Ilmu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Akal, Hamka, Falsafah Hidup
Subjects: Tajuk Subjek > Filsafat dan Psikologi > Filsafat Kehidupan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 22 Sep 2025 08:16
Last Modified: 11 Nov 2025 01:41
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28361

Actions (login required)

View Item View Item