Fenomena Fatherless Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Persfektif Undang-Undang Kesejahteraan Anak

Izzati, Isya Hafzi (2025) Fenomena Fatherless Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Persfektif Undang-Undang Kesejahteraan Anak. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
ISYA HAFZI IZZATI - 2113010148 Cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (432kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (499kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (362kB)
[img] Text (fulltext)
ISYA HAFZI IZZATI - 2113010148 FULL TEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Riset ini dilatar belakangi oleh tingginya angka perceraian yang mengakibatkan ketidakhadiran ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional. Fenomena fatherless ini berdampak terhadap kesejahteraan anak, terutama dalam aspek psikologis, sosial, akademik, dan ekonomi. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: bagaimana bentuk fatherless yang terjadi pada anak di Kecamatan Koto Tangah; bagaimana dampak fatherless tersebut terhadap anak di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang; bagaimana kesejahteraan anak fatherless dalam presfektif Undang-Undang. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui bentuk-bentuk fatherless yang terjadi pada anak di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, menganalisis dampaknya terhadap anak, serta mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif Undang-Undang Kesejahteraan Anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, bentuk-bentuk fatherless yang terjadi adalah bentuk father absence due to divorce. Kedua, dampak yang ditimbulkan mencakup krisis emosional, penurunan prestasi belajar, dan beban ekonomi yang berpindah ke ibu atau anak sulung. Ketiga, namun, kenyataan di Kecamatan Koto Tangah menunjukkan adanya kesenjangan, di mana banyak ayah tidak menjalankan kewajibannya sehingga anak kehilangan hak atas pemeliharaan dan perlindungan sebagaimana diamanatkan Pasal 2 dan Pasal 9. Dalam perspektif hukum positif, kondisi ini bertentangan dengan prinsip kesejahteraan anak yang menekankan pentingnya peran kedua orang tua dalam menjamin tumbuh kembang anak secara rohani, jasmani, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak pasca perceraian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Fatherless; kesejahteraan anak ; perceraian;undang-undang
Subjects: Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 02 Jun 2026 03:48
Last Modified: 02 Jun 2026 03:48
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/28269

Actions (login required)

View Item View Item