Hayati, Hilma (2025) Makna Ṭaw‘an dalam al-Qur’an: Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
Cover - Daftar Isi Hilma.pdf - Published Version Download (677kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version Download (478kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf - Published Version Download (377kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (381kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT SKRIPSI HILMA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keumuman pemahaman terhadap taat yang dipahami sebagai mematuhi perintah, namun melalui derivasi ṭaw‘an akan dipahami mengenai konsep ketaatan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dasar ṭaw‘an, makna relasional ṭaw‘an, medan makna ṭaw‘an dan weltanschauung ṭaw‘an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari menentukan makna dasar, makna relasional dengan analisis sintagmatik, paradigmatik, dan sinkronik diakronik. medan makna, dan weltanschauung (pandangan dunia) kata ṭaw‘an dalam al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa al-Qur’an dan karya Toshihiko Izutsu dengan judul Relasi Tuhan dan Manusia Pendekatan Semantik Terhadap al-Qur’an serta sumber sekunder berupa kamus Arab klasik dan kitab tafsir, juga karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: Pertama makna dasar ṭaw‘an adalah ketaatan, kepatuhan. Kedua, makna relasional sintagmatik mencerminkan sikap berserah diri kepada Allah dengan sadar dan ikhlas, dan suka hati, serta tunduk dalam menjaga hubungan dengan sesama dan dalam menjalankan perintah-Nya. Secara paradigmatik ṭaw‘an memiliki kesamaan makna dengan sikap ibadah mendalam seperti berdiri lama dalam salat, diam fokus beribadah, mengikuti, mendengar, rendah hati, membungkuk, hingga kepasrahan. Ṭaw‘an berlawanan makna dengan paksaan, benci dan tidak suka. Dari segi historis, makna ṭaw‘an sebelum islam terkait kepatuhan pada pemimpin dan norma sosial, sedangkan dalam periode Qur’anik hingga kini diarahkan kepada Allah dengan penuh suka cita. Ketiga, medan makna semantik ṭaw‘an mencakup aspek ketaatan yang bersifat spiritual, sosial dan emosional. Keempat, makna weltanschauung ṭaw‘an dipahami sebagai bentuk pengakuan kehambaan manusia, penyerahan hak ketaatan hanya kepada Tuhan, kepatuhan sebagai hukum alam, dan ekspresi dari ilmu serta kemurnian niat. Prinsipnya adalah mengakui Allah sebagai satu-satunya yang layak ditaati, dengan tujuan memperoleh rida-Nya dan hasilnya adalah ketenteraman batin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ṭaw‘an, al-Qur’an, semantik, Toshihiko Izutsu. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 22:06 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 22:06 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
