TUSSUKRIYAH, AMINAH (2025) ATURAN AL-QUR’ĀN TERHADAP PEREMPUAN DALAM MENJAGA KEHORMATANNYA PERSFEKTIF TAFSĪR AL-MISHBAH. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.
|
Text (COVER)
Cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (702kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (445kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (527kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEKS I-V.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK Tesis ini berjudul “ATURAN AL-QUR’ĀN TERHADAP PEREMPUAN DALAM MENJAGA KEHORMATANNYA PERSFEKTIF TAFSĪR AL-MISHBAH”. Tesis ini ditulis oleh Aminah Tussukriyah, NIM 2320080003, Program Pascasarjana Prodi Ilmu Al-Qur’ān dan Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang 1447 H/ 2025 M. Tesis ini berjumlah 145 halaman. Latar belakang penelitian ini adalah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi perempuan dalam menjaga kehormatan diri di tengah perkembangan zaman yang pesat. Dalam konteks sosial dan budaya modern, banyak interpretasi terhadap ajaran agama mengenai kehormatan wanita yang menjadi bias atau tidak utuh. Salah satunya adalah pengaruh media sosial dan budaya populer yang merusak nilai moral. Gaya hidup bebas, serba sensual, dan minim batasan akhlak banyak dipromosikan melalui platform digital. Banyak remaja muslimah yang meniru gaya berpakaian selebritas atau influencer yang cenderung tidak sesuai dengan norma syariat, bahkan ada yang memposting foto-foto dengan pakaian ketat dan pose provokatif demi mendapatkan likes dan pengikut, bahkan menormalisasikan ucapan yang tidak pantas. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkap Untuk mengkaji dan mengeksplorasi penafsiran M. Quraish Shihab mengenai apa aturan menjaga kehormatan perempuan dalam konteks penampilan, pergaulan dan menjaga ucapan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dalam bentuk analisis dokumen. Penelitian berjenis kepustakaan (library research). Guna mengungkap permasalahan ini, peneliti menggunakan jenis penelitian analisis deskriptif, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikkan kemudian dianalisa. Metode tafsir yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu studi tematik kitab tafsir. yaitu mencari makna atau konsep suatu tema di dalam penafsiran atau sebuah kitab tafsir Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab memiliki pandangan yang utuh, holistik, dan kontekstual terhadap aturan menjaga kehormatan perempuan. Pertama, dalam menjaga penampilan, beliau menafsirkan QS. Al-A’raf 31, An-Nur 31, Al-Ahzab 33, Al-Ahzab 59, dan An-Nur 60 sebagai seruan untuk menjaga kesopanan, kesucian, dan identitas diri. Beliau menekankan bahwa “pakaian yang indah” bukan berarti kemewahan, melainkan pakaian yang sopan dan menutup aurat, sementara keringanan bagi perempuan tua (QS. An-Nur 60) menunjukkan keluwesan syariat yang tetap memperhatikan konteks sosial. Kedua, dalam menjaga pergaulan, beliau menempatkan kisah Maryam binti Imran (QS. Al-Anbiyā’ 91 dan QS. Al-Tahrīm 12) sebagai simbol perempuan yang memelihara kehormatannya (aḥṣanat farjaha), bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari niat, pandangan, dan pergaulan. Ketiga, dalam tidak melembutkan suara, beliau menafsirkan QS. Al-Ahzab 32 sebagai larangan terhadap ekspresi suara yang sengaja dilembutkan untuk menarik perhatian lawan jenis (takhdha’), sementara perintah “ucapkanlah perkataan yang baik” menjadi bentuk konstruktif yang mendorong komunikasi yang sehat dan bermartabat. Secara keseluruhan, penafsiran Quraish Shihab menunjukkan bahwa Islam hadir bukan untuk membatasi kebebasan perempuan, tetapi untuk membebaskannya dari degradasi nilai dan objektifikasi. Aturan-aturan tersebut merupakan bentuk kasih sayang Allah yang bertujuan untuk menjaga martabat, mencegah fitnah, dan mewujudkan prinsip pertengahan (wasathiyah). Penafsiran beliau juga menemukan resonansinya dalam budaya Minangkabau melalui konsep sumbang duo baleh, yang menggambarkan harmonisasi antara adat dan syariat dalam membentuk perempuan yang bermartabat. Kata Kunci: Aturan, Kehormatan Perempuan, Tafsir al-Mishbah, M. Quraish Shihab, Sumbang Duo Baleh.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aturan, Kehormatan Perempuan, Tafsir al-Mishbah, M. Quraish Shihab, Sumbang Duo Baleh. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 00:24 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 00:25 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27519 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
