Perbedaan Nilai Barang Curian yang Sanksi Hukumnya Potong Tangan Menurut Mazhab Syafi'i dan Mazhab Zahiri

Elsafrediny, Muhammad Hadany (2025) Perbedaan Nilai Barang Curian yang Sanksi Hukumnya Potong Tangan Menurut Mazhab Syafi'i dan Mazhab Zahiri. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
skripsi full dany.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text (Cover dll)
cover-daftar isi dany.pdf - Published Version

Download (856kB)
[img] Text (Bab 1)
bab 1 dany.pdf - Published Version

Download (501kB)
[img] Text (Bab 3)
bab III dany.pdf - Published Version

Download (624kB)
[img] Text (Bab V-dapus)
bab V-dapus dany.pdf - Published Version

Download (358kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab Zahiri tentang nilai barang curian yang sanksi hukumnya potong tangan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah adanya perbedaan pendapat mengenai nilai barang curian yang sanski hukumnya potong tangan. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah 1) Apa dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan Mazhab Syafi’i dan Mazhab Zahiri mengenaai nilai barang curian yang sanksi hukumnya potong tangan? 2) Apa penyebab perbedaan pendapat Mazhab Syafi’i dan Mazhab Zahiri mengenai nilai barang curian yang sanksi hukumnya potong tangan? 3) Pendapat mana yang rajih dan relevan untuk dipakai pada masa sekarang antara Mazhab Syafi’i dan Mazhab Zahiri mengenai nilai barang curian yang sanski hukumnya potong tangan? Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu peneleitian dengan menelaah kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan masing-masing Mazhab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa dalil yang digunakan ialah Al-Qur’an surat Al-Maidah dan beberapa hadits lainnya. Penyebab perbedaan diantara mazhab Syafi’i dan mazhab Zahiri ialah karena adanya ‘Am dan Khas, serta perbedaan dalam memahami hadits yang mentakhsis keumuman ayat Al-Qur’an, yang dimana mazhab Syafi’i berpendapat bahwa niṣab pencurian sebanyak seperempat dinar baik emas maupun selain emas, sedangkan mazhab Zahiri berpendapat seperempat dinar untuk emas, dan tidak ada niṣab untuk barang selain emas. Pendapat yang rajih dan relevan adalah pendapat Mazhab Syafi’i karena menurut penulis Mazhab Syafi’i menggunakan hadits yang beredaksi tegas, yang dimana tidak terdapat ta’wilan lain didalamnya, dan relevan karena ukuran seperempat dinar ialah ukuran yang tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu rendah sehingga dapat diterpakan pada masa sekarang ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perbandingan Mazhab
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Pidana Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 03 Sep 2025 08:42
Last Modified: 03 Sep 2025 08:42
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27452

Actions (login required)

View Item View Item