Tinjauan Akad Terhadap Kemitraan Usaha Pengolahan Kayu di Jorong VI Lubuk Aro Nagari Padang Mantinggi Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman

Misriani, Dina (2025) Tinjauan Akad Terhadap Kemitraan Usaha Pengolahan Kayu di Jorong VI Lubuk Aro Nagari Padang Mantinggi Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Gambar)
Cover-Daftar Gambar.pdf - Published Version

Download (988kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (507kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (803kB)
[img] Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V- Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (279kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kemitraan usaha pengolahan kayu antara pemilik mesin dan pengolah di Jorong VI Lubuk Aro diduga dilakukan tanpa kejelasan akad dan pembagian tanggung jawab perbaikan mesin. Pengolah menanggung resiko kerusakan mesin dan operasional, jika pengolah tidak memiliki dana pemilik memberikan uang namun dianggap sebagai hutang. Pengolah banyak yang mengeluh harus berhutang akibat kerusakan mesin yang digunakan pada saat pengolahan kayu di hutan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan: Pertama, untuk mendiskripsikan pelaksanaan kemitraan usaha pengolahan kayu di Jorong VI Lubuk Aro Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Kedua, untuk mendiskripsikan teknis pembagian keuntungan dan kerugian terhadap kemitraan usaha pengolahan kayu di Jorong VI Lubuk Aro Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Ketiga, untuk menganalisis tinjauan akad terhadap kemitraan usaha pengolahan kayu di Jorong VI Lubuk Aro Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman. Jenis Penelitian merupakan penelitian lapangan. Informan penelitian adalah pemilik mesin dan pengolah yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan metode deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pemilik mesin dan pengolah dilakukan kerjasama secara lisan tanpa kesepakatan tertulis. Kedua, pembagian keuntungan dan resiko kerja tidak dilakukan secara adil, pengolah menanggung seluruh resiko kerusakan mesin. Ketiga, praktik kemitraan antara pemilik mesin dan pengolah termasuk mudharabah, sudah memenuhi rukun dan syarat melaksanakan perserikatan. Meskipun pengolah ikut serta dalam menanggung keruskan mesin, hal ini dapat dipandang sbagai bentuk kesepakatan tambahan yang harus dibuat pada saat melakukan kerjasama. Dengan demikian akad ini tetap sah sebagai mudharabah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pengolahan kayu, Akad, Kemitraan usaha, Hukum Ekonomi Syariah
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Muamalah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 03 Sep 2025 05:08
Last Modified: 03 Sep 2025 05:08
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27420

Actions (login required)

View Item View Item