Setia Budi, Yulio (2025) TRADISI BADIKIA AWAL SYAWAL DI JORONG V PERTEMUAN NAGARI MUARO SUNGAI LOLO KECAMATAN MAPAT TUNGGUL SELATAN KABUPATEN PASAMAN (Studi Living Qur’an). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover- Daftar Isi)
Cover _DAftar Isi.pdf - Published Version Download (378kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I-1.pdf - Published Version Download (702kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III-1.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V dan Daftar Pustaka .pdf - Published Version Download (500kB) |
|
|
Text (Full Text)
FUUL SKRIPSI.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya “Tradisi Badikia Awal Syawal Di Jorong V Pertemuan Kabupatan Pasaman ditulis oleh Yulio Setia Budi NIM 2115050062 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, 2025. Penelitian ini meneliti tradisi Badikia di Jorong V Pertemuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Pasaman, Sumatera Barat. Badikia, sebuah tradisi lisan Minangkabau yang menggabungkan zikir dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an, merupakan perpaduan unik antara ajaran Islam dan adat istiadat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pelaksanaan Badikia, pemahaman masyarakat terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang digunakan, serta peran tradisi ini dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi lapangan. Sumber data yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu data primer yang diperoleh langsung dari tukang dikia dan anggota yang berperan dalam tradisi tersebut, serta data sekunder dari masyarakat lain seperti tetangga atau keluarga tokoh agama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Badikia diawali dengan lantunan Ummul Qur'an (Al-Fatihah), diikuti pembacaan Badikia Natsar ("Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, was-shlmatu was-salamu ‘ala sayyidil mursalin."), dan diakhiri doa penutup. Ayat-ayat Al-Qur'an yang dipilih mencerminkan pemahaman masyarakat akan pentingnya zikir, syukur, dan istighfar. Tradisi ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi dan gotong royong dalam masyarakat. Masyarakat memahami Badikia sebagai perwujudan syukur pasca Ramadhan dan pengamalan ajaran Islam yang terintegrasi dengan adat istiadat Minangkabau, sejalan dengan prinsip "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Tradisi ini juga berfungsi sebagai media edukasi keagamaan dan kultural bagi generasi muda. Kata Kunci : Badikia, Zikir dan Adat Minangkabau
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Badikia, Zikir dan Adat Minangkabau |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 02:48 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 02:48 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27308 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
