Dialog Ibrahim bersama Ismail QS. Ash-Shaffāt: 102 (Analisis Semiotika Komunikasi Roman Jakobson)

Malik, Hamda (2025) Dialog Ibrahim bersama Ismail QS. Ash-Shaffāt: 102 (Analisis Semiotika Komunikasi Roman Jakobson). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Dll)
Hamda Malik-2120080025 (Cover-Daftar Isi).pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (239kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (213kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (223kB)
[img] Text (Fulltext)
Hamda Malik-2120080025 (Fulltext).pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami komunikasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an, khususnya melalui dialog antara ayah beriman dan anak saleh. QS. Ash-Shaffāt:102 memuat percakapan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang merepresentasikan model komunikasi keluarga Islami yang sarat nilai keimanan, ketulusan, dan ketaatan. Dialog ini tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga memiliki signifikansi untuk konteks pendidikan keluarga masa kini. Fokus penelitian ini adalah menganalisis struktur komunikasi, fungsi bahasa, dan nilai-nilai komunikasi keluarga Islami yang terkandung dalam QS. Ash-Shaffāt:102 dengan menggunakan perspektif semiotika komunikasi Roman Jakobson. Model Jakobson dipilih karena mampu memetakan unsur-unsur komunikasi (addresser, addressee, message, context, code, contact) dan fungsi-fungsi bahasa (referensial, emotif, konatif, fatis, metabahasa, puitik) secara sistematis, sehingga menghasilkan pemahaman menyeluruh terhadap konstruksi pesan dalam teks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa teks QS. Ash-Shaffāt:102 dan terjemahan resminya, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur ilmiah terkait semiotika komunikasi dan pendidikan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) dengan tiga tahapan: identifikasi unsur komunikasi, klasifikasi fungsi bahasa, dan interpretasi makna pada level denotatif maupun konotatif untuk direkonstruksi menjadi nilai-nilai komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membentuk struktur komunikasi yang seimbang, mengandung fungsi bahasa yang dominan pada aspek konatif dan emotif, serta memuat nilai-nilai seperti ketaatan pada perintah Allah, penghargaan terhadap pendapat anak, kesabaran dalam menghadapi ujian, dan penguatan ikatan emosional dalam keluarga. Nilai-nilai tersebut relevan untuk menjadi prinsip komunikasi keluarga Islami di era modern.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: komunikasi keluarga, QS. Ash-Shaffāt:102, semiotika komunikasi, Roman Jakobson, nilai Islami
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 07 Oct 2025 08:29
Last Modified: 07 Oct 2025 08:29
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27214

Actions (login required)

View Item View Item