Fitri, Yeliza (2025) Utang piutang bersyarat antara toke dan petani karet dalam perspektif hukum Islam (Studi kasus Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
COVER- DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1 WATERMARK.pdf - Published Version Download (696kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III WATERMARK.pdf - Published Version Download (590kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA WATERMARK.pdf - Published Version Download (577kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perjanjian peminjaman uang. Toke memberikan pinjaman uang kepada petani dengan syarat setelah panen karet harus dijual kepada toke. Adanya kebutuhan yang mendesak membuat petani menyanggupi persyaratan tersebut meskipun para petani itu ingin menjual hasil karet kepada toke yang lain, yang memiliki perbedaan harga lebih tinggi. Adapun pertanyaan penelitian yang diajukan adalah 1) Bagaimana praktik utang piutang bersyarat antara toke dan petani di Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman? 2) Apa alasan toke meminjamkan uang kepada petani karet dengan menetapkan syarat yang mengikat? 3) Bagaimana pendapat ulama setempat mengenai utang piutang bersyarat antara toke dan petani karet? 4) Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap utang piutang bersyarat antara toke dan petani karet?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) petani meminjam uang kepada toke untuk kebutuhan mendesak, dengan syarat hasil panen karet harus dijual kembali kepada toke, meskipun harganya lebih rendah. Petani tetap menerima syarat tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup. 2) Alasan Toke menetapkan syarat tersebut untuk memastikan hasil panen dijual kepadanya dan memperoleh keuntungan. 3). Tokoh agama setempat berpendapat bahwa praktik ini dilarang(haram) dalam ajaran Islam, karena mengambil keuntungan dari akad utang piutang serta mencampur dua akad yang berbeda, yaitu utang dan jual beli dilarang(haram). 4) Dalam pandangan hukum Islam, praktik utang bersyarat itu dilarang( haram), karena melanggar prinsip akad utang piutang yaitu tidak boleh menggambil keuntungan dalam utang piutang bagi pembeli( Toke). Kata Kunci: Utang Piutang, Petani Karet, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Utang Piutang,Petani Karet,Hukum Islam |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Muamalah D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 01 Sep 2025 05:14 |
| Last Modified: | 01 Sep 2025 05:14 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
