Tinjauan fiqh al-Bi'ah terhadap penggunaan air raksa pada pertambangan emas tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal

Zulfani, Dona (2025) Tinjauan fiqh al-Bi'ah terhadap penggunaan air raksa pada pertambangan emas tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER)
COVER .pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (960kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (896kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version

Download (667kB)
[img] Text (FULL TEKS)
DONA ZULFANI 2113040103.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan air raksa dalam aktivitas pertambangan emas tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Berdasarkan latar belakang, yang menjadi pertanyaan penelitian: Pertama, Apa saja faktor yang memicu masyarakat penambang menggunakan air raksa pada pertambangan emas tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipogi Kabupaten Mandailing Natal?. Kedua, bagaimana tinjauan fiqh al-bi’ah terhadap penggunaan air raksa pada pertambangan emas tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal?. Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dokumentasi kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penggunaan air raksa dipicu oleh sejumlah faktor yaitu masyarakat penambang telah terbiasa menggunakan air raksa secara turun-temurun sehingga metode ini menjadi bagian dari praktik yang dianggap lumrah, keterbatasan dalam memperoleh teknologi yang lebih ramah lingkungan, serta pertimbangan ekonomi khususnya dalam hal efisiensi kerja dan biaya produksi yang rendah. Meskipun dianggap praktis dan menguntungkan, metode ini berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Kedua, tinjaun fiqh al-bi’ah terhadap penggunaan air raksa pada pertambangan tradisional di Desa Ranjobatu Kecamatan Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang diajarkan dalam islam. Prinsip-prinsip fiqh al-bi’ah menegaskan larangan terhadap segala bentuk perusakan (fasad) di muka bumi dan menuntut manusia untuk menjaga dan memelihara lingkungan sebagai amanah dari Allah. Dalam hal ini, aktivitas yang merusak ekosistem, mencemari sumber daya alam dan mengancam kesehatan manusia merupakan bentuk pelanggaran terhadap tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Kata Kunci: Fiqh al-bi’ah, air raksa, tambang emas tradisional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kunci Abstrak
Subjects: Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Ilmu Ekonomi > Ekonomi Produksi
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 01 Sep 2025 01:30
Last Modified: 01 Sep 2025 01:30
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27156

Actions (login required)

View Item View Item