'Afifah, Nurul (2025) Suara Kaum Tertindas: Studi Majalah Djuauharah 1923-1924. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (952kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (367kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (262kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (801kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Penelitian membahas tentang majalah Djauharah yang merupakan majalah Islam yang ditujukan untuk memajukan kaum perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah munculnya majalah Djauharah, mengindentifikasi identitas dan karakteristik majalah Djauharah, termasuk motto, bahasa dan aksara, penulis, ragam artikel, rubrik, iklan, penyebaran, harga, dan sistem distribusi majalah Djauhatah, serta mengkaji kontribusi majalah Djauharah dalam membangun kesadaran perempuan Muslim pada awal abad ke-20. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa munculnya majalah Djauharah tidak bisa dilepaskan dari sejarah pers yang muncul di Minangkabau pada awal abad ke-20. Seiring dengan munculnya pers perempuan pertama di Minangkabau, yaitu Soenting Melajoe, majalah Djauharah pun mengembangkan sayapnya dengan berfokus pada pembentukan karakter dan seruan kemajuan bagi perempuan dengan berbasis nilai-nilai Islam. Majalah ini dipelopori oleh seorang ulama dari Balai Gurah, bernama Abdul Latif Syakur dibantu oleh putrinya, Sa’diyah Syakurah dan murid-murid madrasah yang beliau pimpin. Syakur tidak menisbatkan dirinya kepada pemikiran Islam tradisionalis ataupun modernis, melainkan ia memiliki pemikiran yang independen. Prinsip Syakur ini tercermin dalam penerbitan majalah Djauharah yang berfokus kepada kebangkitan perempuan. Berbeda dengan majalah perempuan yang mendahuluinya, majalah Djauharah menggunakan aksara Arab-Melayu dan terbit dalam dua belas nomor selama setahun. Majalah ini terpaksa berhenti terbit akibat masalah finansial. Adapun Sa’diyah menyebutkan bahwa alasan majalah Djauharah berhenti terbit adalah karena pemberontakan PKI pada tahun 1925. Majalah Djauharah memiliki kontibusi yang signifikan dalam memperjuangkan pendidikan bagi perempuan, penguatan identitas perempuan muslim yang ideal, menanamkan nilai-nilai adab dan moral, penanaman nilai-nilai keibuan dan memperhatikan kesehatan ibu dan anak, dan juga berperan dalam menumbuhkan semangat pergerakan nasional.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Media Pers, Perempuan, Majalah Djauharah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 000 Ilmu Komputer, Ilmu Informasi dan Karya Umum > Jurnalisme D History General and Old World > D History (General) Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pers dan Media Massa Islam di Indonesia |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 01 Sep 2025 04:08 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 02:04 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27146 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
