Penafsiran Ayat-Ayat Toleransi Beragama: (Studi Komparatif Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Qur'an Karim Karya Mahmud Yunus)

Septian, Reza (2025) Penafsiran Ayat-Ayat Toleransi Beragama: (Studi Komparatif Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Qur'an Karim Karya Mahmud Yunus). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover dan Lain Lain)
Reza Septian_1815020155_Cover dan Lain Lain.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Reza Septian_1815020155_BAB I.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img] Text (BAB III)
Reza Septian_1815020155_BAB III.pdf - Published Version

Download (398kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Reza Septian_1815020155_BAB V dan Daftar Pustka.pdf - Published Version

Download (202kB)
[img] Text (Full Teks)
Reza Septian_1815020155_Full Teks..pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan mengenai pandangan penafsiran Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah dan Mahmud Yunus dalam Tafsir Qur'an Karim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan penafsiran mengenai toleransi beragama dalam Al-Qur'an yang disampaikan oleh M. Quraish Shihab dan Mahmud Yunus, serta untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam pendekatan yang mereka gunakan. Metode dalam penelitian ini menggunakan (library researcch). sumber data primer dari buku tafsir karangan M Quraish Shihab yang berjudul “Tafsir al-Misbah” dan buku tafsir karanagan M. Yunus yang berjudul “Qur’an Karim” Dan data sekunder bersumber dari jurnal, skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berhubungan dengan komponen-komponen terkait toleransi beragama M Quraish Shihab menekankan pentingnya konteks sosial dan historis dalam penafsirannya, sedangkan Mahmud Yunus lebih menekankan pada penggunaan akal dan logika. Meskipun keduanya sepakat tentang pentingnya toleransi dan kebebasan beragama, pendekatan metodologis mereka berbeda, yang memberikan warna yang unik dalam pemahaman ayat-ayat tersebut. Kesimpulan: Pertama M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menekankan bahwa toleransi beragama merupakan prinsip fundamental dalam Islam yang menegaskan hak setiap individu untuk menjalankan keyakinan mereka tanpa paksaan. Ia mengajak umat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, serta hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Kedua Di sisi lain, Mahmud Yunus dalam Tafsir Al-Qur'an Karim juga menekankan pentingnya toleransi beragama, tetapi dengan pendekatan yang lebih rasional, sebagai dasar untuk membangun kerukunan sosial antarumat beragama. Yunus berpendapat bahwa pemahaman mendalam tentang ajaran Islam harus didasarkan pada penggunaan akal dan logika, Ketiga Meskipun keduanya sepakat bahwa tidak ada paksaan dalam beragama dan perbedaan keyakinan harus dihormati, terdapat perbedaan dalam pendekatan metodologis mereka; M. Quraish Shihab lebih mengedepankan konteks sosial dan historis, sementara Mahmud Yunus lebih menekankan rasionalitas dan penggunaan akal. Perbedaan ini memberikan nuansa yang berbeda dalam pemahaman ayat-ayat toleransi beragama, yang pada gilirannya memperkaya pemikiran Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penafsiran, toleransi, beragama
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 19 Mar 2025 04:19
Last Modified: 19 Mar 2025 04:19
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26580

Actions (login required)

View Item View Item