Syahidah, Ariny (2025) Ad-Dakhīl dalam Tafsir Al-Khāzin (Studi Penafsiran Kisah Nabi Musa AS). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI TESIS.pdf - Published Version Download (932kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (450kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (387kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (370kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen ad-dakhīl yang terdapat dalam penafsiran kisah Nabi Musa AS pada Tafsir Al-Khāzin. Ad-dakhīl, yang berarti infiltrasi atau kontaminasi dalam penafsiran al-Qur'an, menjadi fokus utama penelitian ini, mengingat pentingnya metodologi penafsiran yang ketat untuk menjaga keaslian dan keakuratan pemahaman terhadap teks suci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, yang melibatkan kajian terhadap sumber primer nya Tafsir Al-Khāzin, dan sekunder, termasuk kitab tafsir dan literatur terkait. Penulis membatasi penelitian ini pada beberapa episode kisah Nabi Musa, yaitu dari bertemunya Nabi Musa dengan Syu’aib setelah melarikan diri dari kejaran Fir’aun hingga Nabi Musa bertemu Allah di Gunung Sinai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Khāzin mengandung beberapa penafsiran yang terindikasi ad-dakhīl, seperti penggunaan riwayat Israiliyat dan hadiṡ mauḍū‘ yang tidak memenuhi syarat keabsahan, serta penukilan penafsiran yang tidak sesuai dengan naṣ syariat Islam dari al-Qur’an dan sunnah. Ad-Dakhīl yang didapatkan dalam penelitian ini terdapat dalam 3 ayat, yaitu: (1). Ad-Dakhīl dalam penafsiran menangisnya Nabi Syu’aib hingga buta yang terindikasi ad-dakhīl fi al-ma’ṡur dari hadis mauḍu’. (2). Ad-Dakhīl dalam penafsiran ‘Auj bin ‘Anuq yang terindikasi ad-dakhīl fi al-ma’ṡur dari Israiliiyat dan bertentangan dengan naṣ sunnah Nabi dalam penciptaan manusia. (3). Pada penafsiran QS. Al-A’raf: 150 mengenai permintaan Nabi Musa untuk melihat Allah, terdapat ad-dakhīl fi al-ma’ṡur yang bersumber dari Israiliyat dan bertentangan dengan naṣ syariat Islam dari al-Qur’an dan sunnah. Penafsiran ini berpotensi dapat mempengaruhi pemahaman pembaca terhadap ajaran Islam. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya sikap kritis dalam menilai sumber-sumber tafsir, serta perlunya pemisahan antara penafsiran yang valid dan yang tidak. Melalui analisis mendalam terhadap beberapa ayat yang berkaitan dengan kisah Nabi Musa, penelitian ini menemukan bahwa Al-Khāzin sering kali mengutip riwayat tanpa mencantumkan asal sumber maupun jalur penyampaian riwayat tersebut, yang dapat menimbulkan keraguan terhadap keabsahan informasi yang disajikan. Penelitian mengenai al-dakhīl dalam suatu karya tafsir tidak bertujuan untuk merendahkan tafsir tersebut, melainkan untuk mengujinya secara ilmiah tanpa adanya unsur tendensi atau subjektivitas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan metodologi penafsiran al-Qur'an yang lebih kritis dan teliti, serta meningkatkan kesadaran umat Islam terhadap pentingnya memilih sumber-sumber tafsir yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfungsi sebagai kritik terhadap Tafsir Al-Khāzin, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman umat Islam terhadap al-Qur'an dan menjaga integritas ajarannya di tengah berbagai tantangan dan pengaruh eksternal yang ada.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ad-Dakhīl, Tafsir Al-Khāzin, Kisah Nabi Musa AS |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 14 Mar 2025 05:43 |
| Last Modified: | 14 Mar 2025 05:43 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26518 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
