Paramitha Dias, Anggi (2025) UPAYA KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PENCURIANHEWAN TERNAK JENIS SAPI DALAM PASAL 363 KUHP TENTANG PENCURIAN PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH ( STUDI KASUS POLRES AGAM). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Anggi Dias Paramitha NIM 2013030094 Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (Bab I)
Anggi Dias Paramitha NIM 2013030094 Bab 1.pdf - Published Version Download (795kB) |
|
|
Text (Bab III)
Anggi Dias Paramitha NIM 2013030094 Bab 3.pdf - Published Version Download (588kB) |
|
|
Text (Bab V-Daftar Pustaka)
Anggi Dias Paramitha NIM 2013030094 BAB 5- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (443kB) |
|
|
Text (Full Text)
Anggi Dias Paramitha NIM 2013030094 Full Text.pdf - Published Version Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terdapat kasus pencurian hewan ternak sebagai bagian dari kejahatan terhadap harta benda selalu muncul dan marak di Agam, Lubuk Basung yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Tujuan penelitian ini; Pertama, untuk menganalisis upaya yang dilakukan Kepolisian Agam dalam menanggulangi tindak pidana pencurian hewan ternak sapi. Kedua, untuk menganalisis kendala-kendala yang ditemui oleh Kapolsek Agam dalam menanggulangi tindak Pidana pencurian hewan ternak sapi. Ketiga, untuk menganalisis bagaimana pandangan hukum pidana Islam (jinayah) terhadap delik pencurian hewan. Metode yang digunakan berdasarkan cara mendapatkan data adalah penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah; Pertama, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian di Kabupaten Agam adalah melakukan penyelidikan yang mendalam, termasuk pemeriksaan saksi dan analisis di lokasi penjualan hewan ternak. Mereka juga berperan aktif dalam sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya keamanan hewan ternak dan langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil. Kedua, Kendala yang dihadapi oleh pihak kepolisian Kabupaten Agam antara lain yaitu, kesadaran masyarakat yang rendah, kurangnya keterlibatan masyarakat, modus operadi pelaku yang beragam. Jadi pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat keterlibatan mereka dalam proses penegakan hukum, serta memahami dan mengantisipasi berbagai modus operandi pelaku untuk memperbaiki efektivitas penegakan hukum dan mencegah tindak pencurian hewan ternak. Ketiga, KUHP Indonesia menekankan pada hukuman penjara dan denda dengan fokus pada rehabilitasi dan pencegahan, sedangkan hukum Islam menekankan pada hukuman potong tangan dengan syarat-syarat tertentu sebagai bentuk hukuman fisik yang tegas. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi masing-masing sistem hukum terhadap konteks sosial dan filosofi hukum mereka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Upaya Kepolisian, Pencurian Hewan Ternak, Pidana Islam (Siyasah) |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 12 Mar 2025 03:52 |
| Last Modified: | 12 Mar 2025 03:52 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
