Pengentasan Masalah KDRT Oleh Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Kecamatan Koto Tangah Padang

Fatinah, Annisa (2025) Pengentasan Masalah KDRT Oleh Penyuluh Agama di Kantor Urusan Agama Kecamatan Koto Tangah Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover -daftar isi)
Annisa cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (bab 1)
BAB I water mark.pdf - Published Version

Download (724kB)
[img] Text (bab 3)
BAB III WAtermark.pdf - Published Version

Download (278kB)
[img] Text (bab 5)
BAB V watermark.pdf - Published Version

Download (492kB)
[img] Text (full text)
full text annisa.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Idealnya dalam kehidupan berkeluarga tidak ada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kenyataannya tidak sedikit yang berkonsultasi dan melapor ke Kantor Urusan Agama. Pada umumnya kekerasan terjadi oleh suami terhadap istri. Kekerasan yang dilakukan yaitu fisik dan psikologis. Fisik seperti tamparan, pukulan, tendangan, dan bahkan membunuh. Sedangkan secara psikologis yaitu pengucilan, penolakan, pengabaian, penghinaan, penyebaran humor, ejekan, intimidasi dan teror. Penyuluh agama telah berupaya dalam pengentasan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kasus-kasus dan langkah pengentasan masalah oleh penyuluh agama di KUA. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah penyuluh agama dan klien korban KDRT. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling, berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kasus-kasus KDRT terdapat fisik, psikis dan seksual. Dari sekian banyak kasus terdapat lebih dari sebahagian yang melakukan kekerasan fisik dan selebihnya secara psikologis maupun seksual. Kekerasan fisik seperti tamparan, pukulan, dorongan, tendangan, dan bahkan mencekik. Kekerasan psikis, seperti: Makian, kata-kata kasar, hinaan. Sedangkan kekerasan seksual seperti pemaksaan hubungan biologis. 2) Tahap pengentasan masalah KDRT, penyuluh melakukan beberapa tahapan. Tahap awal, yaitu penyuluh membuka kegiatan pengentasan atau konseling sekaligus perkenalan antara penyuluh dan klien. Tahap penjajakan, yaitu klien diminta menjelaskan kronologis masalahnya. Ternyata dari sekian banyak masalah terdapat berbagai macam faktor pemicu timbulnya KDRT. Faktor yang lebih umum yaitu faktor ekonomi. Selebihnya seperti: anak tidak terima ibunya di sakiti oleh ayahnya, kurangnya pendidikan, mementingkan kepentingan pribadi dari pada keluarga, perselingkuhan, berjudi dan mabuk, hubungan biologis, dan komunikasi tidak lancar. Masuk pada tahap pembinaan yaitu klien diberi bimbingan spiritual, seperti klien harus senantiasa sabar, melaksanakan sholat lima waktu, penyuluh juga memberi contoh pribadi kepada klien, Setelah tahap pembinaan, penyuluh agama mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan salam serta memotivasi klien agar semangat kembali menjalani kehidupan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pengentasan Masalah KDRT
Subjects: Agama Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Ruang Baca FDIK
Date Deposited: 10 Mar 2025 06:59
Last Modified: 10 Mar 2025 06:59
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26074

Actions (login required)

View Item View Item