Relasi Makna: Tabzir, Israf dan Ghuluw Dalam Tafsir Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘Ayy al-Qur’an

Khairiyah, Nikmatul (2025) Relasi Makna: Tabzir, Israf dan Ghuluw Dalam Tafsir Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘Ayy al-Qur’an. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
cover-daftarisi.pdf - Published Version

Download (31MB)
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (604kB)
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (582kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB 5-dapus.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img] Text (Full Text)
skripsi scan asli fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (32MB)

Abstract

Dalam ilmu al-Qur’an, paradigma tabzir, israf, dan ghuluw dianggap sebagai al-nadza’ir. Yakninya beberapa kata yang mengarah pada satu makna atau yang sebagian ulama berpendapat bahwa al-nadza’ir itu sama dengan sinonim (mutaradif). Sebagian ulama lainnya memiliki pandangan yang menetapkan bahwa tidak adanya sinonim atau mutaradif dalam al-Qur’an. Oleh sebab itu, temuan akhir yang ingin dicapai dari penelitian ini ialah mengungkap bagaimana relasi makna pada penafsiran kata tabzir, israf, dan ghuluw tersebut untuk membuktikan bahwasanya dari penafsiran at-Thabari ketiga kata tersebut memiliki unsur kesamaan. Sekalipun ada pendapat yang mengatakan tidak adanya sinonimitas atau mutaradif dalam al-Qur’an, setidaknya penelitian ini sudah menunjukkan bahwa kata tabzir, israf, dan ghuluw tersebut ialah mutaradif karena memiliki relasi makna yang saling terkait. Penelitian dalam skripsi ini berkisar mengenai relasi makna kata tabzir, israf, dan ghuluw dalam tafsir Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘Ayy al-Qur’an yang digali menggunakan semantik. Adapun data yang digunakan adalah penafsiran ayat-ayat yang berbicara tentang tabzir, israf, dan ghuluw. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yakni dengan membaca, menelaah, mengkaji kitab tafsir, buku, literatur mengenai ilmu Al-Qur’an dan sumber tulisan lainnya yang sehubungan dengan permasalahan yang akan dibahas. Setelah melakukan langkah-langkah di atas, diperoleh simpulan bahwasanya relasi makna tabzir, israf, dan ghuluw yang terdapat dalam tafsir Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘Ayy al-Qur’an ialah relasi sinonimitas antara ketiga kata tersebut. At-Thabari menafsirkan makna tabzir sehubungan dengan makna israf pada pemborosan atau berlebihan dalam materi, dan makna ghuluw sehubungan dengan israf pada berlebihan dalam ibadah, serta makna tabzir sehubungan dengan ghuluw pada berlebihan dalam waktu dan tenaga. Adapun relasi konseptualnya dalam tafsir Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil ‘Ayy al-Qur’an ialah kata tabzir, israf, dan ghuluw memiliki konsep yang sama mengarah pada konotasi negatif, dan Allah mencela pelaku yang berbuat tabzir, israf, dan ghuluw tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tabzir, Israf, Ghuluw, Al-Qur’an, Tafsir At-Thabari
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 11 Mar 2025 03:01
Last Modified: 11 Mar 2025 03:01
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26035

Actions (login required)

View Item View Item