Nilai-Nilai Ikhlas Perspektif Habib Husein Ja'far Al-Hadar

Agusmira, Neni (2025) Nilai-Nilai Ikhlas Perspektif Habib Husein Ja'far Al-Hadar. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
cover skripsi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I NENI AGUSMIRA.pdf - Published Version

Download (909kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III NENI AGUSMIRA.pdf - Published Version

Download (458kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V NENI AGUSMIRA.pdf - Published Version

Download (603kB)
[img] Text (Full Text)
Neni Agusmira 2115010066 skripsi full.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini dibuat dengan latar belakang bahwa ikhlas adalah salah satu nilai utama dalam ajaran Islam yang menjadi dasar setiap perbuatan. Ikhlas mengajarkan seseorang untuk berbuat dengan niat tulus karena Allah, tanpa mengharapkan pujian, imbalan, atau pengakuan dari orang lain. Namun, dalam kehidupan modern, makna ikhlas sering mengalami perubahan. Banyak orang melakukan kebaikan bukan karena ketulusan hati, tetapi demi mendapatkan pengakuan, pujian, atau keuntungan pribadi. Akibatnya, makna ikhlas menjadi kabur dan sering terlupakan. Habib Husein Ja’far Al-Hadar, dalam bukunya Seni Merayu Tuhan, memberikan pemahaman tentang ikhlas yang lebih dalam dan sesuai dengan kehidupan generasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa ikhlas bukan hanya tentang menghindari riya atau pamer dalam beribadah, tetapi juga tentang ketulusan dalam menerima takdir Allah. Ikhlas berarti tidak selalu ingin mengontrol hasil dari setiap usaha, menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya, dan menjadikan setiap aktivitas sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Dengan pemahaman ini, ikhlas tidak hanya menjadi ajaran spiritual, tetapi juga pedoman hidup agar seseorang lebih tenang, sabar, dan menjalani hidup dengan penuh makna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Habib Husein Ja’far Al-Hadar memaknai ikhlas serta konsep ikhlas yang ia sampaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Fokus penelitian ini adalah analisis terhadap buku Seni Merayu Tuhan, karya Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Data dianalisis menggunakan metode induktif dan holistik. Penelitian ini membahas konsep ikhlas menurut Habib Husein Ja’far Al-Hadar sebagai proses memurnikan niat dan amal hanya karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pengakuan manusia. Ikhlas mencakup ketulusan dalam ibadah, tawakal, qana’ah, serta kesabaran dan rasa syukur. Bagi Habib Husein, ikhlas bukan sikap pasif, melainkan dorongan untuk terus berbuat baik dengan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dengan pendekatan ringan dan humoris, ia menekankan bahwa ikhlas adalah perjalanan spiritual yang harus terus diperjuangkan agar setiap amal memiliki makna dan berkah. Dan makna ikhlas menurut Habib Husein Ja’far Al-Hadar sebagai ketulusan dalam menjalankan aktivitas keagamaan, berlandaskan empat prinsip utama. Pertama, beragama dengan cinta, yaitu ibadah yang dilakukan dengan kesadaran dan kecintaan kepada Tuhan. Kedua, beragama dengan keberagaman, yang menekankan sikap rendah hati dan penerimaan terhadap perbedaan. Ketiga, beragama dengan akhlak, di mana nilai Islam tercermin dalam perilaku sehari-hari, kepedulian sosial, serta dakwah yang tulus. Keempat, beragama dengan tulus, yaitu ibadah tanpa pamrih dan penuh kepasrahan kepada Allah. Habib Husein menegaskan bahwa ikhlas bukan sekadar ritual, tetapi ketulusan hati dalam mengamalkan ajaran agama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konsep Ikhlas, Habib Husein Ja’far, Seni Merayu Tuhan, Tuhan Ada di Hatimu.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam
D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 07 May 2025 05:58
Last Modified: 07 May 2025 05:58
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25815

Actions (login required)

View Item View Item