Pemaknaan Surah Yāsīn Dalam Tradisi Kenduri Tolak Bala Desa Ambai Kabupaten Kerinci (Studi Living Qur'an)

Marzal, Muhammad (2025) Pemaknaan Surah Yāsīn Dalam Tradisi Kenduri Tolak Bala Desa Ambai Kabupaten Kerinci (Studi Living Qur'an). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (710kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version

Download (475kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III .pdf - Published Version

Download (208kB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (399kB)
[img] Text (Full Text)
Full-text Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tradisi tolak bala mempunyai makna religius, makna budaya juga makna tentang keagamaan. Hal ini disebabkan adanya pembacaan surah Yāsīn dalam tradisi tolak bala, masyarakat menggunakan surah Yāsīn ini sebagai dasar dalam tradisi tolak bala. Penulis membatasi pada sejarah, proses pelaksanaan, dan pemahaman, keyakinan dan keterlibatan masyarakat dalam pemaknaan surah Yāsīn dalam tradisi tolak bala. Berdasarkan permasalahan diatas dapat diambil, diantaranya ada beberapa tujuan dalam penelitian ini yaitu. Pertama mengetahui sejarah tradisi tolak bala di Desa Ambai. Kedua, mengetahui pelaksanaan dan proses dalam tradisi tolak bala di Desa Ambai. Ketiga, mengetahui pemahaman, kepercayaan dan keterlibatan masyarakat terhadap pemaknaan surah Yāsīn dalam tradisi tolak bala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di Desa Ambai Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Teknik pengumpulan data adalah observasi non-pasrtisipan, wawancara semi terstruktur, dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu: reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Berdasrkan hasil penelitian, Pertama, sejarah dalam tradisi tolak bala di Desa Ambai sudah dilakukan sejak dari nenek moyang yang bernama nenek Jaburiah yang diwariskan secara turun temurun. Kedua, pelaksanaan dan proses tradisi tolak bala di Desa Ambai diawali dengan pertemuan para Depati Ninik Mamak untuk menyusun acara dan menentukan waktu pelaksanaan. Dalam tradisi tolak bala ini menggunakan ramuan obat alami warisan leluhur untuk mencegah penyakit dan melindungi tanaman. Acara tradisi tolak bala ini dilaksanakan dirumah Pemangku Adat pada pertengahan tahun pada hari jum’at jam 14.00. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan surah al-Fātihah, pidato adat, surah Yāsīn, do’a, serta pembagian obat alami kepada masyarakat. Pembacaan surah Yāsīn menjadi amalan utama sebagai do’a perlindungan dari musibah dan kegagalan dalam bertani. Ketiga, Masyarakat Desa Ambai meyakini bahwa tradisi tolak bala ini sebagai ikhtiar perlindungan melalui pembacaan surah Yāsīn dan pembuatan obat alami warisan leluhur. Tradisi tolak bala ini tetap selalu dilestarikan sebagai bentuk syukur dengan keyakinan yang masih kuat hingga kini. Pembacaan Surah Yāsīn di masyarakat memiliki dua makna utama, yaitu makna fungsional dan makna kultural.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Living Qur’an, Surah Yāsīn, Tolak Bala
Subjects: Agama Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 10 Mar 2025 17:20
Last Modified: 10 Mar 2025 17:20
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25803

Actions (login required)

View Item View Item