Aththari, Nabil Al (2025) Persepsi Generasi Muda Minangkabau Terhadap Kafa'ah dalam Hukum Perkawinan. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
Nabil Al Aththari 2113010160. Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Nabil Al Aththari 2113010160. BAB I.pdf - Published Version Download (514kB) |
|
|
Text (BAB III)
Nabil Al Aththari 2113010160. BAB III.pdf - Published Version Download (397kB) |
|
|
Text (BAB V)
Nabil Al Aththari 2113010160. BAB V - Dapus.pdf - Published Version Download (419kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Nabil Al Aththari 2113010160. Skripsi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang terjadi di kalangan generasi muda dalam memilih pasangan. Berdasarkan data yang didapat, banyak dari generasi muda mempertimbangkan aspek baru yang tidak terdapat dalam aspek kafa’ah yang merupakan anjuran dalam Islam untuk memilih pasangan. Tujuan penelitian ini adalah: pertama, menganalisis pertimbangan generasi muda Minangkabau dalam memilih pasangan untuk menikah. kedua, menganalisis pandangan generasi muda Minangkabau terhadap perkawinan yang tidak memenuhi aspek kafa’ah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara, dan sumber data sekunder yang berasal dari buku, dokumen, dan jurnal yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, pertimbangan generasi muda Minangkabau dalam memilih pasangan untuk menikah yaitu agama, ekonomi (pekerjaan), pendidikan, nasab (keluarga), dan fisik. Dari kelima aspek tersebut, aspek agama menjadi mayoritas pertimbangan utama generasi muda Minangkabau dalam memilih pasangan. Aspek yang disebutkan oleh generasi muda Minangkabau juga merupakan hasil dari konstruksi sosial. Kedua, mayoritas generasi muda Minangkabau memiliki persepsi negatif terhadap perkawinan yang tidak sekufu’. Mereka beralasan bahwa perkawinan yang tidak sekufu’ kelak akan menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Terdapat juga beberapa generasi muda Minangkabau memiliki persepsi yang positif terhadap perkawinan tidak sekufu’. Mereka beranggapan perkawinan tidak sekufu’ itu bisa diatasi dengan menjaga komunikasi antara suami istri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kafa'ah, Pemilihan, Minangkabau, Pasangan |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 11:06 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 11:06 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25687 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
