Nugraha, Mhd. Ivoenk (2025) Pembacaan Surah Yasin Sebagai Doa untuk Mencegah dan Menghukum Pencuri Ikan Lubuk Larangan di Desa Pulau Pandan Kecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci (Studi Living Qur’an). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover sampai daftar isi)
COVER IVUNK NEW.pdf - Published Version Download (792kB) |
|
|
Text (Bab I)
BAB I new.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (Bab III)
BAB III new.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text (Bab V sampai Daftar Pustaka)
BAB V-daftar pustaka new.pdf - Published Version Download (226kB) |
|
|
Text (Skripsi full teks dari cover-daftar pustaka)
SKRIPSI FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik pembacaan Surah Yasin sebagai doa untuk mencegah dan menghukum pencuri ikan lubuk larangan Desa Pulau Pandan Kecamatan Bukit Kerman Kabupaten Kerinci. Penelitian model Living Qur’an merupakan jenis penelitian lapangan (field research), menerapkan teknik-teknik dari sosiologi dan antropologi ke dalam penelitian kualitatif. Wawancara, observasi, serta dokumentasi ialah metode yang dipakai untuk mengumpulkan data. Triangulasi ialah metode uji validitas data yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti temukan di lapangan, bahwasanya masyarakat meresepsi Al-Qur’an yakni dengan resepsi fungsional yaitu menggunakan Surah Yasin sebagai doa, pencegahan, dan hukuman terhadap pencurian ikan lubuk larangan. Resepsi ini memberikan dua pengaruh bagi masyarakat. Pertama, struktur luar (surface structure) yakni masyarakat mengfungsikan dan memanfaatkan Surah Yasin sebagai media doa untuk menghukum dan mencegah kasus pencurian. Kedua, struktur dalam (deep structure) yakni selain bentuk pelestarian harta adat dan budaya juga menjadi bukti kekompakan dan kerja sama masyarakat dalam kegiatan dan permasalahan wilayahnya. Prosesi pembacaan Surah Yasin ini dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dan dilakukan pada waktu tertentu saja. Terkait pemahaman dan keyakinan masyarakat, penulis memakai teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, membagi tindakan sosial menjadi tiga makna, yakni makna obyektif masyarakat meyakini dan menjadikan Surah Yasin sebagai doa, pencegahan dan hukuman kepada pelaku pencurian ikan lubuk larangan, makna ekspresif yakni Keyakinan dan kepercayaan yang telah tertanam di masyarakat akan Surah Yasin dalam kasus pencurian telah melekat dari dahulu sehingga masyarakat masih menggunakan surah yasin tanpa adanya surah lain yang dibaca seksama terhadap kasus pencurian, dan makna dokumenter yakni timbulnya sikap tawakkal berserah diri pada Allah setelah pembacaan Surah Yasin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Surah Yasin, Doa, Lubuk Larangan, Pencurian |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 10 Mar 2025 06:54 |
| Last Modified: | 10 Mar 2025 06:54 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25658 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
