Wati, Salma (2025) Upah Nikah: Studi Nalar Hukum Membayar Upah Nikah Dalam Masyarakat Sigunanti. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (499kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I TESIS SALMA.pdf - Published Version Download (144kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III TESIS SALMA.pdf - Published Version Download (74kB) |
|
|
Text (BAB VII)
BAB VII PENUTUP.pdf - Published Version Download (282kB) |
|
|
Text (Full Text)
Fulltext Tesis Salma Wati 2320040035.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Studi ini bertujuan untuk menganalisis mengapa adanya keharusan membayar upah nikah oleh pihak laki-laki kepada niniak mamak pihak perempuan. Dalam riset ini fokus utamanya adalah: pertama, bagaimana praktik upah nikah dalam masyarakat Sigunanti. Kedua, apa faktor dan alasan dilakukannya upah nikah dalam masyarakat Sigunanti. Ketiga, bagaimana dampak adanya upah nikah terhadapa budaya hukum masyarakat Sigunanti. Data dalam studi ini diperoleh melalui wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak yang dianggap paham mengenai upah nikah seperti perangkat adat dan masyarakat lainnya. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengorganisasikan data, membaca dan membuat memo, mengklasifikasikan data, menafsirkan data, visualisasi data. Temuan dalam studi ini: pertama, upah nikah terbagi dua yaitu, pernikahan yang tercatat dan pernikahan dilakukan secara siri. Tahapan pengurusan nikah terdiri dari : silaturahmi, mancaghi ayam, manjawek tando/maanta tando, tunggu manunggu, baduduak urang, masak nasi, hari alek, manyudah alek. Kemudian pernikahan tersebut didaftarkan ke KUA. Kedua, faktor dan alasan dilakukannya upah nikah. Meliputi: faktor adat, tanggung jawab dan faktor penghormatan. Adapun alasan dilakukannya upah nikah yaitu pembela anak cucu kamanakan dan sebagai patokan kesanggupan laki-laki dalam berumah tangga. Ketiga, dampak upah nikah terhadap budaya hukum masyarakat Sigunanti yaitu, kepatuhan masyarakat terhadap adat, penguatan hukum adat dan munculnya budaya hukum baru. Studi ini menunjukkan tradisi upah nikah memiliki fungsi manifes: menjaga kelestarian adat, membantu pengurusan pernikahan dan sebagai tanda terimakasih terhadap niniak mamak. Adapun fungsi latensinya meliputi: adanya tujuan kepentingan tertentu, sebagai patokan kesanggupan untuk berumah tangga dan sebagai pembela anak cucu kamanakan. Kepatuhan terhadap adat, penguatan hukum adat dan munculnya budaya hukum baru menjadi dampak terhadap budaya hukum masyarakat Sigunanti memunculkan budaya hukum. Tradisi ini mengandung kemaslahatan, karena membantu proses administrasi pernikahan dan bertujuan menjaga si perempuan dari kemungkinan buruk yang akan terjadi. Dengan demikian, upah nikah bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari sistem adat yang menjaga keharmonisan dan ketertiban dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adat, Hukum, Upah Nikah. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 07 Mar 2025 07:51 |
| Last Modified: | 07 Mar 2025 07:51 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25573 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
