Penentuan Mahar Oleh Ninik Mamak Perpektif Urf di Desa Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo

Saskia, Melati (2025) Penentuan Mahar Oleh Ninik Mamak Perpektif Urf di Desa Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dan daftar isi)
Saskia Melati_2113010038_Cover dan Lain lain.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Saskia Melati_2113010038_BAB I.pdf - Published Version

Download (894kB)
[img] Text (BAB III)
Saskia Melati_2113010038_BAB III.pdf - Published Version

Download (650kB)
[img] Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
Saskia Melati_2113010038_BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (570kB)
[img] Text (FULL TEKS)
Saskia Melati_2113010038_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna dan implementasi praktik penetapan mahar yang dilakukan oleh Ninik Mamak di Desa Tanjung Belit, serta untuk menilai sejauh mana praktik ini sesuai dengan prinsip ‘Urf dalam hukum Islam, di mana mahar seharusnya menjadi hak penuh dari calon istri. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian field research (lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif tipe pendekatan hukum empiris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik adat di Desa Tanjung Belit, mahar yang ditetapkan oleh Ninik Mamak memiliki standar yang sama untuk semua calon pengantin laki-laki, yakni sebesar Rp1.000.000, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing individu. Dari perspektif ‘Urf, tradisi ini diterima sebagai kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Namun, dalam perspektif hukum Islam, penentuan mahar oleh pihak ketiga (Ninik Mamak) dapat menimbulkan masalah karena mahar merupakan hak penuh calon istri. Tinjauan urf dalam penentuan mahar oleh ninik mamak di Desa Tanjung Belit menunjukkan bahwa kebiasaan dan tradisi yang telah diterima masyarakat setempat memiliki peran penting dalam proses penetapan mahar. Penetapan mahar sebesar Rp1.000.000 mencerminkan penghargaan dan tanggung jawab terhadap perempuan, yang sejalan dengan prinsip-prinsip hukum Islam terkait mahar. Praktik penetapan mahar di Desa Tanjung Belit mencerminkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat, di mana setiap calon mempelai laki-laki diperlakukan sama tanpa memandang status sosial. Penetapan mahar yang seragam tidak hanya sebagai kewajiban finansial, tetapi juga simbol penghargaan dan tanggung jawab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pernikahan, Adat Istiadat, Hukum Adat
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 07 Mar 2025 07:17
Last Modified: 07 Mar 2025 07:17
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25148

Actions (login required)

View Item View Item