Catatan Raja Ali Haji Terhadap Kesultanan Riau-Lingga Dalam Samarat al-Muhimmah (Studi Living Qur'an)

Aprilianto, Ridho Yoni (2025) Catatan Raja Ali Haji Terhadap Kesultanan Riau-Lingga Dalam Samarat al-Muhimmah (Studi Living Qur'an). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
Ridho Yoni Aprilianto 2320080002 Cover-Daftar Isi (2).pdf - Published Version

Download (588kB)
[img] Text (BAB 1)
Ridho Yoni Aprilianto 2320080002 BAB 1.pdf - Published Version

Download (523kB)
[img] Text (BAB 3)
Ridho Yoni Aprilianto 2320080002 BAB 3.pdf - Published Version

Download (413kB)
[img] Text (BAB 5-Daftar Pustaka)
Ridho Yoni Aprilianto 2320080002 BAB 5 - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (366kB)
[img] Text (full text)
Ridho Yoni Aprilianto 2320080002 Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Posisi Raja Ali Haji sebagai ulama sekaligus penasihat Kesultanan Riau-Lingga membuatnya memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan nasihat dan kritik terhadap sultan yang berkuasa pada masa itu. Untuk melegitimasi pendapatnya, ia mengutip dan menginterpretasi 13 ayat al-Qur’an dalam Ṡamarat al-Muhimmah yang berisi aturan bagi sultan dalam menjalankan pemerintahannya. Belum ada penelitian yang melihat ini sebagai wujud hidupnya al-Qur’an di tengah komunitas masyarakat Muslim. Penelitian ini memotretnya dalam bingkai fenomena living Qur’an untuk mengkaji metodologi interpretasi al-Qur’an dalam Ṡamarat al-Muhimmah, menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi penafsirannya serta menggali internalisasi ayat-ayat tentang politik, hukum dan ketatanegaraan di dalamnya. Penelitian ini berjenis kualitatif yang sumber datanya diperoleh dengan teknik dokumentasi dan analisis data model Miles dan Huberman. Data dianalisis dengan teori living Qur’an, konstruksi sosial dan metodologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Raja Ali Haji menerapkan metode ijmali dengan pendekatan bil ra’yi, bercorak fiqh siyasah, adabi ijtima’i dan sufi. Pemaknaan yang cenderung tekstual dan tidak bertentangan dengan beberapa literatur tafsir menjadikannya dapat diterima secara ilmiah. Penafsirannya dipengaruhi oleh faktor sosial-politik karena keterlibatannya dalam politik Kesultanan Riau-Lingga, faktor corak keagamaan disebabkan aliran tarekat Naqsyabandiyah yang diselaminya dan adanya pembacaan terhadap karya al-Ghazali membuat pemikirannya dalam konsep raja dan kerajaan sejalan dengan Nasihat al-Muluk. Melalui Ṡamarat al-Muhimmah, ia menginternalisasi ayat-ayat al-Qur’an dalam aspek politik yang membahas ketaatan Ahlul Halli Wal Aqdi kepada raja, kewajiban para hakim melakukan musyawarah, kewajiban para pejabat pengadilan bersumpah setia kepada raja, menjauhi dengki dan dendam, keharusan raja menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dan larangan menyalahgunakan kekuasaan. Dalam aspek hukum membicarakan terkait kewajiban penerapan hukum Allah SWT oleh para hakim di peradilan. Adapun dalam aspek ketatanegaraan menyoroti peran dan batas kekuasaan raja serta tugas menteri.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Raja Ali Haji; Ṡamarat al-Muhimmah; Living Qur’an
Subjects: U Umum (General) > Kesusastraan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 17 Mar 2025 01:32
Last Modified: 30 Apr 2025 05:05
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25089

Actions (login required)

View Item View Item