IṢLĀḤ DALAM TRADISI MANJOPUK LAKI NDAK PULANG PADA MASYARAKAT GURUN HARAU LIMA PULUH KOTA

NUR'AINI, NUR'AINI (2025) IṢLĀḤ DALAM TRADISI MANJOPUK LAKI NDAK PULANG PADA MASYARAKAT GURUN HARAU LIMA PULUH KOTA. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (cover dll)
NUR'AINI_2320040021_Cover- Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
NUR'AINI_2320040021_BAB I.pdf - Published Version

Download (506kB)
[img] Text (BAB III)
NUR'AINI_2320040021_BAB III.pdf - Published Version

Download (431kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
NUR'AINI_2320040021_BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (440kB)
[img] Text (full text)
NUR'AINI_2320040021_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi manjopuk laki ndak pulang sebagai upaya penyelesaian konflik rumah tangga melalui pendekatan Iṣlāḥ dalam perspektif maṣlaḥah di masyarakat Gurun Harau Lima Puluh Kota. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif, menggambarkan praktik tradisi ini berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara dengan 11 informan, serta sumber buku, jurnal, dan literatur terkait. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manjopuk laki ndak pulang berfungsi sebagai mekanisme rekonsiliasi dalam rumah tangga, mengedepankan dialog serta nilai-nilai adat guna mempertahankan keharmonisan keluarga, menjaga martabat, serta menghindari konflik terbuka di masyarakat. Tradisi ini memiliki batasan maksimal tiga kali sebagai bentuk kontrol sosial untuk menjaga kehormatan keluarga. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, termasuk suami, istri, orang tua, mamak, dan keluarga besar, dengan tahapan mulai dari barumbuak keluarga, manjopuk partamo, manjopuk jo panggang ayam, manjalang laki siang ari, hingga datang ka imam atau angku kali. Temuan lainnya menunjukkan bahwa faktor pendidikan dan perkembangan teknologi berpengaruh terhadap modifikasi tradisi ini. Masyarakat mulai lebih selektif dalam mempertahankan budaya sesuai perkembangan zaman, dan teknologi memungkinkan proses manjopuk partamo dilakukan secara daring.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manjopuk laki ndak pulang merupakan implementasi dari pendekatan Iṣlāḥ dalam Islam, yang menekankan penyelesaian konflik secara damai. Dari perspektif maṣlaḥah, tradisi ini tergolong dalam maṣlaḥah mursalah karena membawa manfaat tanpa bertentangan dengan dalil, serta maṣlaḥah hajiyah karena berperan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga meskipun tidak bersifat darurat. Sementara itu, perubahan dalam praktiknya dikategorikan sebagai maṣlaḥah muthaghayyirah, yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manjopuk laki ndak pulang; konflik; maṣlaḥah
Subjects: Tajuk Subjek > Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 30 Apr 2025 05:01
Last Modified: 30 Apr 2025 05:01
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25053

Actions (login required)

View Item View Item