Rahma, Fataqia (2025) PENYERAHAN OTORITAS HAK TALAK KEPADA ISTRI MENURUT IBN QUDĀMAH DAN RELEVANSINYA DENGAN KESETARAAN GENDER DALAM PERKEMBANGAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
Fataqia Rahma_2320040011_Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Fataqia Rahma_2320040022_BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
Fataqia Rahma_2320040022_BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V)
Fataqia Rahma_2320040011_BAB V.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Fataqia Rahma_2320040011_Full Text.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dalam literatur fiqh klasik, hak untuk menceraikan istri secara umum berada di tangan laki-laki, Sejalan dengan perkembangan zaman, muncul ulama fiqh yang berpendapat lebih melindungi hak perempuan, yaitu Ibn Qudāmah yang berpendapat bahwa hak talak dapat diberikan oleh suami dalam bentuk wakalah kepada istri dan istri dapat memiliki hak talak. Tujuan penelitian untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian yaitu bagaimana pemikiran Ibn Qudāmah tentang penyerahan otoritas hak talak kepada istri, bagaimana metode istinbath yang digunakan Ibn Qudāmah mengenai penyerahan otoritas hak talak kepada istri dan bagaimana relevansi pemikiran Ibn Qudāmah tentang penyerahan otoritas hak talak kepada istri dengan kesetaraan gender dalam perkembangan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif, yang juga dikenal sebagai penelitian hukum doktrinal. Bahan hukum primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kitab Al-Mughni karya Ibn Qudāmah. Bahan hukum sekunder dalam penelitian ini terdiri dari buku-buku fiqh munakahat dan artikel-artikel ilmiah yang mengkaji berbagai aspek fiqh perkawinan dalam Islam. Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah content analysis atau analisis isi, yang berfokus pada pembahasan secara mendalam terhadap informasi tertulis, khususnya mengenai pendapat Ibn Qudāmah dalam Al-Mughni. Terdapat beberapa hasil penelitian yaitu: pertama, Ibn Qudāmah berpendapat bahwa jika suami memberikan hak talak kepada istri, hak itu berlaku selamanya seperti wakalah. Talak yang jatuh adalah talak satu raj'i dan bisa dirujuk selama iddah. Jika istri menjatuhkan talak tiga, meskipun suami hanya berniat talak satu, talak tiga tetap sah. Suami bisa membatalkan penyerahan hak sebelum istri menggunakannya, tetapi jika sudah digunakan, talak tidak bisa dibatalkan. Kedua, Metode istinbath yang digunakan Ibn Qudāmah dalam penyerahan hak talak merujuk pada tindakan Nabi SAW berdasarkan dalam surat Al-Ahzab (28-29) dan hadis yang diriwayatkan Aisyah r.a. Menurut analisis penulis Ibn Qudāmah juga menyamakan penyerahan hak talak dengan wakalah yang merujuk kepada mengqiyaskan dengan memerdekakan budak. Ketiga, Konsep penyerahan hak talak menurut Ibn Qudāmah memberi perempuan hak menentukan kelangsungan rumah tangga, sejalan dengan prinsip kesetaraan gender dalam Islam. Meski belum diadopsi di Indonesia, konsep ini relevan sebagai alternatif perlindungan hukum bagi perempuan seperti halnya cerai gugat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wakalah; Istri; Ibn Qudāmah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 30 Apr 2025 04:36 |
| Last Modified: | 30 Apr 2025 04:36 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25038 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
