Praktik Pembayaran Upah Pemain Sepak Bola Antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syari’ah

Syaputra, Aldi (2025) Praktik Pembayaran Upah Pemain Sepak Bola Antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti Pesisir Selatan Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syari’ah. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (394kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (338kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (248kB)
[img] Text (Full Text)
Skripsi Full Text Aldi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh pemain sepak bola antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti sering kali diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen tanpa adanya kesepakatan atau akad yang jelas dan tertulis mengenai upah atau gaji yang akan diterima. Proses perekrutan dan pembayaran upah pemain biasanya dilakukan secara informal disebut dengan sistem pergaulan atau pertemanan, sering melalui komunikasi lisan atau pesan elektronik. Tujuan penelitian ini adalah Pertama, mendeskripsikan prosedur pemberian upah pemain sepak bola antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Kedua, menganalisis tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap praktik upah pemain sepak bola antarkampung Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan berdasarkan cara mendapatkan data adalah penelitian lapangan (field research), berdasarkan pendekatan digunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan sumber data ini merupakan penelitian hukum empiris. Data dikumpulkan, dianalisis dan di interpretasikan secara induktif dan deskriptif analisis. Hasil penelitian menyatakan: Pertama, Praktik pemberian upah pemain sepak bola antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti bersifat informal dan tanpa kontrak tertulis. Perekrutan dilakukan melalui jaringan pertemanan, sementara kesepakatan mengenai upah hanya disampaikan secara lisan dengan janji bahwa upah akan diberikan. Besaran upah bervariasi, mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000, namun tidak ada kejelasan awal mengenai jumlah yang pasti, upah sering diberikan secara situasional dan tidak sesuai harga pasar. Kedua, Praktik pemberian upah pemain sepak bola antarkampung di Kecamatan Linggo Sari Baganti belum sesuai dengan hukum ekonomi syari’ah karena tidak terpenuhinya kejelasan upah sebagai salah satu rukun dan syarat ijarah. Implikasi tersedianya penjelasan mengenai prosedur pembayaran upah dalam hukum ekonomi syariah untuk dipahami oleh para pihak yang terkait.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ijarah, Olahraga, Hukum Mu’amalah
Subjects: Agama Islam
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam)
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Mar 2025 10:19
Last Modified: 04 Mar 2025 10:19
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24615

Actions (login required)

View Item View Item