Tinjauan Maqhasid Syariah terhadap Pemikiran Sayyid Sabiq tentang Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Salah Seorang Murtad

Rawisna, Rani (2025) Tinjauan Maqhasid Syariah terhadap Pemikiran Sayyid Sabiq tentang Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Salah Seorang Murtad. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover- Daftar Isi)
cover-daftar isi (1).pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (950kB)
[img] Text (BAB v-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (690kB)
[img] Text (Full Skripsi)
FULL SKRIPSI RANI RAWISNA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena seorang laki-laki Muslim tidak diperkenankan menikahi perempuan non-Muslim, demikian pula sebaliknya. Apabila dalam suatu pernikahan salah satu pasangan mengalami kemurtadan, maka status pernikahan tersebut menjadi fasakh atau batal. Kemurtadan ini juga memiliki implikasi yang signifikan terhadap pengasuhan anak (hadhanah) setelah perceraian. Dalam hal ini, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai apakah orang tua yang murtad tetap berhak mengasuh anaknya. Sebagian ulama berpendapat bahwa orang tua yang murtad masih dapat menjalankan peran sebagai pengasuh anaknya, dengan alasan bahwa kasih sayang dalam hadhanah tidak terpengaruh oleh perbedaan agama. Namun, Sayyid Sabiq memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, kemurtadan seseorang membawa konsekuensi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan keluarga dan masyarakat, seperti hak waris, pernikahan, dan hadhanah. Skripsi ini mengkaji Tinjauan Maqashid Syariah terhadap pemikiran Sayyid Sabiq tentang hak asuh anak dalam kasus perceraian akibat kemurtadan sebagaimana tertuang dalam kitab Fiqih Sunnah. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini mencakup: pertama, Apa yang melatarbelakangi pemikiran Sayyid Sabiq tentang hak asuh anak akibat perceraian salah seorang murtad dilihat dari maqasid syariah?, dan kedua, Bagaimana Peran dan Kedudukan maqasid syariah terhadap hadhanah akibat perceraian salah seorang murtad menurut Sayyid Sabiq?. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data utama dari kitab Fiqih Sunnah jilid 3, serta data sekunder berupa buku-buku lainnya dan data tersier seperti artikel. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode content analysis, yaitu dengan mengidentifikasi, mengkaji, serta menganalisis isi penelitian secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian, Sayyid Sabiq berpendapat bahwa orang tua yang murtad tidak diperbolehkan mengasuh anaknya. Hal ini disebabkan perwalian dalam hak asuh anak, pernikahan, dan warisan memiliki kedudukan yang sama. Jika seseorang murtad, maka ketiga hak perwalian ini otomatis gugur. Beliau juga mengkhawatirkan bahwa orang tua yang murtad bisa memengaruhi agama anak, sehingga menjaga keimanan anak menjadi pertimbangan utama dalam menentukan hak asuh. Dalam kasus ini, Maqashid syari’ah membantu menjaga kemaslahatan anak dan mencegah potensi dampak negatif yang bisa timbul akibat perbedaan keyakinan orang tua setelah perceraian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: (Hadhanah), Maqaşid Syari'ah, Murtad.
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam)
Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 04 Mar 2025 07:21
Last Modified: 04 Mar 2025 07:21
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24586

Actions (login required)

View Item View Item