Harahap, Amiruddin Tayib (2025) Perumpamaan Orang-orang Munafik Dan Kafir Dalam QS. Al-Baqarah Ayat 17-20 dan 171 (Studi Kitab Tafsîr al-Munîr). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Cover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (bab 1)
Amiruddin Tayib Harahap, 2115050021, BAB I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab 3)
Amiruddin Tayib Harahap, 2115050021, BAB III.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (Bab V-dapus)
Amiruddin Tayib Harahap, 2115050021, BAB V-dapus.pdf - Published Version Download (957kB) |
|
|
Text (fulltext)
Amiruddin Tayib Harahap, 2115050021, Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Amtsâl adalah pengumpamaan dalam al-Quran untuk menjelaskan hal abstrak melalui perbandingan dengan hal konkrit, sehingga lebih mudah dipahami. Walau demikian mayoritas manusia belum dapat memahami makna perumpamaan-perumpmaan yang digunakan dalam ayat-ayat al-Quran, seperti makna diumpamakannya sifat orang munafik seperti orang yang menyalakan api, makna tuli, bisu, buta, petir, kegelapan malam, pengembala, dan hewan ternak pada perumpamaan orang munafik dengan kafir dalam QS. Al-Baqarah ayat 17-20 dan 171. Dengan demikian tafsir dapat menjadi solusi dalam memahami ayat-ayat al-Quran dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengemukakan ayat-ayat al-Quran yang membahas tentang perumpamaan Orang-orang munafik dan kafir pada QS. Al-Baqarah ayat 17-20 dan 171 dengan berfokus pada penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsîr al-Munîr. Penelitian berfokus mengungkap bagaimana penafsiran Wahbah Az-Zuhaili terhadap ayat-ayat perumpamaan orang munafik dan kafir dalam ayat-ayat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang sumber primernya adalah kitab Tafsîr al-Munîr Fi al-Aqîdah Wa al-Syarî’ah Wa al-Manhaj, karya Wahbah Az-Zuhaili. Sedangkan sumber sekunder-nya, kitab-kitab Ulum al-Quran, artikel jurnal, serta buku-buku yang membahas tentang judul penelitian ini dan terjemah Tafsîr al-Munîr. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten (content analysis). Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 17-20 dan 171 membahas tentang perumpamaan orang munafik dan kafir. Pada ayat ke 17, dan 19 terdapat jenis amtsâl musharrahah, ayat 18 terdapat janis amtsâl al-kâminah, dan pada ayat 171 kombinasi keduanya. pada ayat 20 terdapat ushlub majaz mursal. Kalimat صم بكم عمي pada ayat 18 menggambarkan sifat orang-orang munafik yang tidak memanfaatkan indra mereka untuk menemukan kebenaran. Kata ظلمات (kegelapan malam) mengumpamakan kebinasaan orang-orang munafik, kata رعد (petir) menggambarkan sabda Nabi Muhammad SAW, dan kata برق (sinar kilat) kejayaan yang dimanfaatkan oleh orang-orang munafik. Ayat 171 menyamakan penyeru kebenaran dengan pengembala, sedangkan orang kafir dengan hewan ternak. Pada Fiqh al-Hayâh aw al-Ahkâm, Wahbah Az-Zuhaili merujuk kepada sejarah, asbab al-nuzul, ayat-ayat lain yang berkaitan, pendapat dan ijtihad ulama. Sehingga perumpamaan lebih jelas dan dapat dipahami serta mengambil pelajaran bagi kehidupan. Dari itu ditemukan dalam memahami ayat-ayat amtsâl (yang notabennya keindahan bahasa) diperlukan juga merujuk kepada asbab al-nuzul, ayat-ayat lain yang berkaitan, pendapat dan ijtihad ulama sehingga dapat lebih mamahami dan menerapkannya dalam kehidupan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perumpamaan, orang munafik, orang kafir, surah al-Baqarah, Tafsîr al-Munîr. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 06 Mar 2025 11:01 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 11:01 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24560 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
