Hukum Perempuan Menjadi Imam Bagi Makmum Perempuan Perspektif Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali

Boniati, Vhinda (2025) Hukum Perempuan Menjadi Imam Bagi Makmum Perempuan Perspektif Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
Vhinda Boniati-2113020006- Cover sampai Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (Bab 1)
Vhinda Boniati 2113020006 BAB I.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab 3)
Vhinda Boniati 2113020006 BAB III.pdf - Published Version

Download (911kB)
[img] Text (Bab V-dapus)
Vhinda Boniati 2113020006 BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (699kB)
[img] Text (fulltext)
Vhinda Boniati 2113020006 Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keraguan masyarakat tentang status perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan sebagai akibat perbedaan pendapat ulama mazhab. Mazhab Maliki berpendapat bahwa perempuan tidak sah menjadi imam bagi makmum perempuan sedangkan Mazhab Hanbali berpendapat sah perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Apa dalil yang digunakan Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali tentang hukum perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan? 2) Apa faktor penyebab perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali terhadap hukum perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan? 3) Pendapat mana yang paling rajih antara Mazhab Maliki dengan Mazhab Hanbali tentang hukum perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan? Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah kajian pustaka (library research). Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder, sedangkan data dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data dari buku, referensi, dan lainnya. Analisisnya adalah dalam bentuk analisis komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1)Mazhab Maliki bersumber pada hadist Abu Bakrah dan hadist dari Abdullah bin Umar tentang tidak sah kepemimpinan perempuan, Mazhab Hanbali menggunakan dalil hadis Ummu Waraqah tentang sah perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan. 2) Faktor penyebab perbedaan antara Mazhab Maliki dan Mazhab Hanbali tentang perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan yaitu berbeda dalam memahami dalil. Mazhab Maliki memahami dalil hadist Abu Bakrah dengan tidak sah kepemimpinan perempuan dalam hal apapun termasuk menjadi imam shalat. Mazhab Hanbali menggunakan dalil hadis Ummu Waraqah dan memahami bahwa Sah perempuan menjadi imam bagi makmum perempuan karena Nabi SAW. memerintahkan Ummu Waraqah untuk mengimami ahli rumahnya. 3) Pendapat yang terkuat adalah pendapat Mazhab Hanbali karena kekuatan Dalil yang digunakan oleh Mazhab Hanbali yaitu hadist dari Ummu Waraqah sebagai mukhasis dari hadist Abu Bakrah .

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Imam, Perempuan, Shalat, Mazhab Maliki, Mazhab Hanbali.
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Shalat
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perbandingan Mazhab
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 03 Mar 2025 00:33
Last Modified: 03 Mar 2025 00:33
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24443

Actions (login required)

View Item View Item