Rafika, Alfiah (2025) Analsis Hadis Ahlul Bait Dengan Teori Isnad Cum Matn. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB III)
Bab III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Bab V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (Thesis Full Text)
thesis full text Alfiah Rafika (2320070002).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menelusuri aspek kesejarahan dan asal-usul hadis dengan melakukan perbandingan sanad dan matn hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menganalisis konten hadis, yaitu dengan menganalisis sanad dan matan hadis tsaqalain, sehingga sumber data rujukan dari penelitian ini adalah kitab-kitab hadis dan kitab-kitab rijal hadis untuk menelusuri sejarah dan biografi rijal hadis tersebut. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hadis tsaqalain banyak tersebar kedalam berbagai makhtutat hadis, yaitu ditemukan sebanyak 44 hadis yang tersebar kedalam 16 kitab hadis, dan dari 44 hadis tersebut terdapat 4 orang sahabat nabi yang disandarkan periwayatan hadis tsaqalain, yaitu Zaid bin Arqam, Said Al-Khudri, Zaid bin Tsabit dan Huzaifah bin Asid, selain itu hadis tsaqalain yang ditemukan dalam kitab hadis Syiah yang disandarkan kepada Imam Ja’far As-Saddiq. Adapun varian hadis yang didapatkan dari 44 hadis tersebut ditemukan 3 ragam varian matn hadis, yaitu pertama, varian matn yang lengkap dengan asbabul wurudnya, Substansi hadis tsaqalain, dan Ahlul bait yang dimaksud Rasulullah. kedua, varian matn hadis yang hanya memuat substansi hadis tsaqalain. Dan yang ketiga, varian matan yang memuat substansi hadis tsaqalain dan tentang kewalian Ali bin Abi Thalib. Berdasarkan analisis Isnad, setiap jalur periwayatan hadis tsaqalain tersebut terdapat periwayat yang menempati posisi common link dengan tingkatan yang berbeda. Namun berdasarkan analisis matn hadis ditemukan bahwa Zaid bin Arqam dan Said Al-Khudri adalah periwayat yang menempati posisi common link, dan periwayat lainnya adalah jalur periwayatan diving. Dengan demikian hadis tsaqalain pertama kali banyak disebarkan pada paruh pertama abad pertama di kuffah. Dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis isnad cum matn, juga dapat memberikan implikasi lain dalam menilai periwayatan hadis dari rijal hadis, yaitu ditemukan bahwa ideologi dan keberpihakan politik seorang periwayat dapat mempengaruhi konteks periwayatan hadisnya, seperti periwayatan hadis Abi Thufail seorang periwayat hadis yang berafiliasi dengan kelompok Syiah karena kerap mengikuti pergerakan kalangan Syiah, dalam periwayatan hadis tsaqalain ini didapati bahwa periwayatannya cendrung menunjukan pembelaan dan pengagungannya terhadap Khalifah Ali, yaitu dengan meriwayatkan hadis tentang ke-maula-an Ali bin Abi Thalib yang tidak terdapat dalam riwayat hadis lainnya. Beda dengan Yazid bin Hayyan yang tidak ditemukan informasi keberpihakan politiknya, periwayatannya cendrung lebih moderat dibandingkan Abi Thufail.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tsaqalain, Isnad Cum Matn, Ahlul Bait, Sunni, Syiah |
| Subjects: | Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Kritik Terhadap Hadits Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan > Dirayah/Ilmu Tentang keontentikan Hadits |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 26 Feb 2025 01:14 |
| Last Modified: | 26 Feb 2025 01:14 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24251 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
