Dasrizal, Budiman (2024) Kritik Sigmund Freud Terhadap Agama: Analisis Hermeneutika Wilhelm Dilthey. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
Budiman_Dasrizal_COVERR.pdf - Published Version Download (508kB) |
|
|
Text (BAB I)
Budiman_Dasrizal_Bab I.pdf - Published Version Download (326kB) |
|
|
Text (BAB III)
Budiman_Dasrizal_Bab III.pdf - Published Version Download (442kB) |
|
|
Text (BAB V)
Budiman_Dasrizal_Bab V.pdf - Published Version Download (284kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Budiman_Dasrizal_Fulll Textt.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Riset ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa setiap pandangan atau pemikiran seseorang tidak lahir dari ruang hampa, melainkan terbentuk oleh konteks waktu, peristiwa kesejarahan, pengalaman, worldview, dan Innerleben-nya. Riset ini menggunakan hermeneutika Wilhelm Dilthey, yang dinilai mampu mereproduksi makna sesuai maksud pengarang teks, untuk menganalisis karya Sigmund Freud, The Future of an Illusion. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Erlebnis (pengalaman) Freud terhadap agama, Ausdruck (ungkapan) pandangan agamanya, Verstehen (pemahaman) Freud terhadap agama, serta refleksi kritis terhadap kritik Freud pada agama. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan analisis hermeneutika Wilhelm Dilthey yang melibatkan tiga tahap interpretasi: Erlebnis, Ausdruck, dan Verstehen. Hasil dari riset ini membuktikan asumsi awal bahwa sinisme Sigmund Freud terhadap agama bukanlah hal yang lahir begitu saja, melainkan terbentuk melalui dialektika Freud dengan realitas di sekelilingnya. Berdasarkan analisis hermeneutika Wilhelm Dilthey, ditemukan bahwa sikap sinis Sigmund Freud terhadap agama dipengaruhi oleh tiga alasan utama. Pertama, Freud hanya melihat agama sebagai persoalan psikis semata, bukan merupakan sesuatu yang berkaitan dengan hal yang transenden. Ungkapan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman Freud dalam mengobati penyakit saraf bersama Josef Breuer sebagai seorang psikolog dan keterlibatannya di Vienna Psychology Society. Dua, Sigmund Freud mendefinisikan ulang konsep-konsep dalam eskatologi seperti takdir, ganjaran, hari akhir, kematian, dan tuhan dikarenakan menurut Freud konsep-konsep tersebut memiliki pemaknaan yang tidak semestinya, pemaknaan tersebut mendorong manusia melakukan hal yang irasional. Ungkapan tersebut dipengaruhi oleh pemahamannya terhadap kitab perjanjian lama serta posisinya tinggal dan hidup sebagai minoritas di daerah yang didominasi oleh pemeluk agama Kristen Katolik. Tiga, Sigmund Freud mengkorelasikan agama dengan figur ayah, hal tersebut dikarenakan Freud menemukan kesamaan antara keduanya. Ungkapan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman Freud mengkonsumsi karya-karya Sophocles serta dipengaruhi oleh relasi dalam keluarganya sendiri, khususnya hubungan dengan ayahnya. Terakhir, Refleksi kritis menampilkan tiga faktor kekeliruan ktitik Sigmund Freud terhadap agama, yaitu kesalahan generalisasi, agama berpengaruh pada realitas, dan argumen yang tidak disandarkan pada bukti sejarah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Teori Hermeneutika; Wilhelm Dilthey; Sigmund Freud. |
| Subjects: | Psicology Teology Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 24 Feb 2025 05:11 |
| Last Modified: | 24 Feb 2025 05:11 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24222 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
