Ramananda, Vici (2025) Aksiologi Perang Padri (Peranan Tuanku Imam Bonjol). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Vici Ramananda. NIM 2115010007. Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Vici Ramananda. NIM 2115010007. Bab I.pdf - Published Version Download (308kB) |
|
|
Text (BAB III)
Vici Ramananda. NIM 2115010007. Bab III.pdf - Published Version Download (181kB) |
|
|
Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
Vici Ramananda. NIM 2115010007. Bab V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Vici Ramananda. NIM 2115010007. Skripsi Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatar belakangi bagaimana aksiologi memberikan makna kepada istilah-istilah seperti nilai, etika moral, nilai estetika dan moralitas. Dalam perspektif aksiologi, perang Padri dapat dianalisis untuk menilai sejauh mana prinsip-prinsip keagamaan, seperti upaya pemurnian aqidah dan implementasi syariat Islam, diaktualisasikan serta pengaruhnya terhadap tatanan sosial masyarakat Minangkabau pada masa itu. Tuanku Imam Bonjol sebagai pemimpin Perang Padri dengan keberaniannya berhasil membuat Belanda kesulitan dalam menaklukkan Padri yang dipimpinnya. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aksiologi dan peranan Tuanku Imam Bonjol dalam Perang Padri. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini yaitu dengan library research (kepustakaan), adapun sumber primernya dari naskah Tuanku Imam Bonjol yang ditulis dalam Arab Melayu yang kemudian diterjemahkan oleh Sjafnir Aboe Nain dengan judul Naskah Tuanku Imam Bonjol, serta sumber sekunder dari buku-buku, artikel, dan tulisan skripsi yang ditulis dengan kertas maupun dalam sosial media yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini melihat bahwa Tuanku Imam Bonjol menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin militer yang cerdik dan strategis dalam menghadapi persenjataan Belanda. Hal ini mendorong Tuanku Imam Bonjol untuk mengembangkan strategi perang yang lebih efektif dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki pasukannya. Tuanku Imam Bonjol memandang jihad sebagai perjuangan suci dengan dua arah utama. Pertama, perjuangan internal untuk memurnikan praktik keagamaan Islam di Minangkabau dari unsur-unsur yang dianggap bid'ah dan menyimpang. Kedua, perjuangan eksternal melawan penjajahan Belanda yang dilihat sebagai ancaman terhadap eksistensi Islam dan kedaulatan masyarakat Minangkabau. Tuanku Imam berhasil menyatukan pemimpin adat dan alim ulama dalam hukum adat yang berlandaskan syarak, yang kemudian dikenal dengan falsafat “Adat basandi syarak, syarak basansi Kitabullah”. Proses harmonisasi antara Adat dan Islam yang dilakukan Tuanku Imam Bonjol menjadi sebuah langkah yang bijaksana yang menggambarkan pemahaman yang mendalam terhadap kompleksitas budaya Minangkabau. Tuanku Imam Bonjol berusaha memadukan nilai-nilai Islam dengan praktik ekonomi dengan menciptakan kesejahteraan yang merata. Tuanku Imam Bonjol menyadari bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak kepada apek materi kehidupan masyarakat, tetapi juga dapat mengancam kehidupan beragama dan tatanan sosial secara keseluruhan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aksiologi, Minangkabau, Perang Padri, Tuanku Imam Bonjol |
| Subjects: | U Umum (General) > Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 24 Feb 2025 04:53 |
| Last Modified: | 24 Feb 2025 04:53 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
