Saputra, Fiki (2024) PEREMPUAN DALAM NOVEL "TERUSIR" KARYA HAMKA PERSPEKTIF HERMENEUTIKA WILHELM DILTHEY. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
fikhi repository-1-9.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
fikhi repository-10-22.pdf - Published Version Download (561kB) |
|
|
Text (BAB III)
fikhi repository-40-81.pdf - Published Version Download (733kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
fikhi repository-82-88.pdf - Published Version Download (456kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Fiki Saputra full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Riset penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman Hamka terhadap perempuan dalam novel Terusir yang penulis analisis melalui hermeneutika Wilhelm Dilthey. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data berjenis library research. Data primer bersumber dari Terusir karya Hamka dan Hermeneutika Wilhelm Dilthey dalam buku Hermeneutika karangan Palmer (Terjemahan Hery dan Muhammad). Adapun data sekunder adalah buku-buku, artikel dan publikasi ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Upaya penulis mengumpulkan data ditempuh melalui tahapan; (1) Mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek material dan objek formal yang berkaitan dengan penelitian ini, yakni buku Terusir Hamka dan karya-karya Wilhelm Dilthey yang memuat teori-teori hermeneutika; (2) Klasifikasi dan pengelompokan data, hal ini bertujuan untuk menentukan jenis data yang akan dimuat dalam penelitian; (3) Setelah data diklasifikan, selanjutnya penulis melakukan Analisa menggunakan teori hermeneutika Dilthey; (4) Menyusun ke dalam draf penelitian; dan (5) Menyusun laporan hasil riset untuk kemudian dianalisis melalui metode deskriptif-analitis (descriptive-analytic) dengan pendekatan teori hermeneutika Wilhelm Dilthey. Hasil penelitian ini menunjukkan erlebnis perempuan yang tergambar dalam novel “Terusir” karya Hamka, merupakan hasil yang didapatkan berdasarkan pengalaman yang bersumber dari perjalanan hidup yang telah dilalui oleh Hamka. Adapun ekpresi (audruck) yang penulis temukan dalam novel Terusir Hamka terdapat dalam tiga ungkapan yang menyatakan upaya tokoh utama dalam novel untuk menyatakan dirinya sebagai perempuan mendapat perlakuan diskriminasi dan direndahkan. Salah satu ungkapan yang tergambar seperti, “…Hamba bisa mengurus anak-anak dan hamba pun sedikit-sedikit memasak! Juga kalau Nyonya percaya, bisa juga mengurus rumah tangga..!!”. Sedangkan Verstehen dalam novel “Terusir” mencakup usaha untuk menggali makna perempuan, yang disampaikan di dalam cerita yang terdapat dalam novel tersebut. Pemahaman ini merupakan hasil dari berbagai kolaborasi antara konsep aubstruck dan erlebnis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dilthey; Hamka; Perempuan; Terusir |
| Subjects: | U Umum (General) > Filsafat Tajuk Subjek > Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Kedudukan Wanita dalam Islam U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 27 May 2025 04:13 |
| Last Modified: | 27 May 2025 04:13 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/22859 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
