Ikhsan, Taufik (2023) Perbedaan Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi tentang Isbat Nikah Pasangan Di Bawah Umur (Studi Analisis Putusan Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt Dan Nomor 166/Pdt.P/2022/PA.Bkt). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover)
Cover Taufik Ikhsan_1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (833kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (770kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Fulltext)
Skripsi Full Teks Taufik Ikhsan.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya disparitas putusan di Pengadilan Agama Bukttinggi Kelas IB mengenai perkara isbat nikah yang dikabulkan dan ditolak, dengan diputus oleh hakim salah satunya hakim yang sama. Pertanyaan penelitian ada tiga yakni: Pertama, Apa pertimbangan hakim dalam mengabulkan perkara isbat nikah bagi pasangan di bawah umur pada Putusan Pengadilan Agama Bukittinggi Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt. Kedua, Apa pertimbangan hakim dalam menolak perkara isbat nikah bagi pasangan di bawah umur pada Putusan Pengadilan Agama Bukttinggi Nomor 166/Pdt.P /2022/PA. Bkt. Ketiga, Kenapa terjadi disparitas putusan tentang isbat nikah bagi pasangan di bawah umur dalam Putusan Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt dan putusan Nomor 166/Pdt.P/2022/PA. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif (library research). Data yang digunakan berupa data sekunder yang terbagi menjadi, bahan hukum primer diperoleh dari Putusan Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt Dan Nomor 166/Pdt.P/2022/PA.Bkt serta penjelasan dari Majelis Hakim. Bahan hukum sekunder diperoleh dari menelaah serta membaca buku-buku, jurnal, karya ilmiah, dan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini mengahasilkan kesimpulan yaitu: Pertama, Dasar pertimbangan hakim mengabulkan perkara Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt melihat rukun dan syarat perkawinan yang ditentukan dalam hukum Islam telah terpenuhi. Selain itu hakim mempertimbangkan untuk kepentingan anak, dengan mengesampingkan Pasal 7 UU Perkawinan. Kedua, Dasar pertimbangan hakim menolak perkara Nomor 166/Pdt.P/2022/PA.Bkt dikarenakan pemohon melanggar Pasal 7 UU Perkawinan. Meskipun memiliki anak, hanya saja meninggal dunia. Ketiga, Analisis disparitas putusan kedua perkara ini, pada perkara Nomor 34/Pdt.P/2022/PA.Bkt. Hakim menerapkan asas contra legem terhadap Pasal 7 UU Perkawinan, sehingga hakim lebih menekankan pada aspek sosiologis dan filosofis dalam mengabulkannya. Namun pada perkara Nomor 166/Pdt.P/2022/PA.Bkt. Hakim hanya menimbang dengan penekanan pada aspek yuridis menolak permohonan dan memerintahkan pemohon melakukan nikah ulang ke KUA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Isbat nikah, disparitas |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Oct 2023 03:12 |
| Last Modified: | 10 Oct 2023 08:39 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/14620 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
