Sofa, Ghaitsa Tsuraya (2025) Ritual Komunikasi dalam Tradisi Badantam: Tindakan Sosial dan Motif Kegotongroyongan Masyarakat Minang di Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dan daftar isi)
ghaitsa tsuraya cover-daftar isi.pdf - Updated Version Download (714kB) |
|
|
Text (Bab I)
ghaitsa tsuraya sofa BAB 1.pdf - Updated Version Download (509kB) |
|
|
Text (Bab 3)
ghaitsa tsuraya sofa- BAB 3.pdf - Updated Version Download (403kB) |
|
|
Text (Bab 5)
ghaitsa tsuraya sofa- BAB V - selesei.pdf - Updated Version Download (424kB) |
|
|
Text
ghaitsa tsuraya sofa (full text).pdf - Updated Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya tradisi badantam di kelurahan karan aur, kota Pariaman, yang dipahami mengandung pesan -pesan kegotongroyongan khususnya dalam membantu biaya penyelenggaraan perkawinan. Ditengah arus modernisasi tradisi ini tetap bertahan sebagai praktik budaya yang meneguhkan identitas kolektif masyarakat Minang. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi ritual James W. Carey untuk menganalisis makna tindakan sosial, motif kegotongroyongan, dan simbol-simbol budaya dalam tradisi badantam di Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan model miles dan huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi badantam di Kelurahan Karan Aur dimaknai sebagai bentuk komunikasi ritual yang sarat makna sosial dan simbolik. Uang atau barang yang diberikan bukan sekadar nilai material, tetapi simbol yang mengandung pesan solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab moral antarwarga. Tradisi ini menampilkan peran ganda masyarakat, baik sebagai komunikator ketika memberi bantuan maupun komunikan Ketika menerima bantuan. Motif kegotongroyongan yang ditemukan dalam tradisi ini meliputi tiga aspek utama. motif emosional tergambar karena adanya rasa segan yang begitu besar jika tidak menghadiri undangan dalam tradisi ini, Motif timbal balik tergambar dengan adanya pencatatan nama dan pengumuman nama dan nominal Ketika berlangsungnya tradisi sebagi bentuk pengingat balas budi dimasa depan. Motif ekonomi tergambar Ketika tradisi ini dipercaya sangat membantu tuan rumah yang sedang melakukan pesta perkawinan, motif ini secara keseluruhan membentuk identitas kolektif dan memperkuat ikatan sosial. Tradisi badantam tidak hanya berfungsi sebagai praktik ekonomi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang meneguhkan solidaritas sosial, menjaga kelestarian tradisi Minangkabau, serta menjadi strategi mempertahankan nilai gotong royong di tengah arus modernisasi yang individualistis. Oleh karena itu, keberlangsungannya perlu dijaga agar nilai tersebuttetap hidup dalam Masyarakat Minangkabau.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Badantam, Komunikasi Ritual, Gotong Royong, Solidaritas Sosial, Identitas Kolektif, Minangkabau, Pariaman. |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Agama Islam Umum U Umum (General) > Ilmu Sosial Agama Islam > Agama Islam Umum > Islam dan Bidang Lainnya |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 07 Sep 2025 10:17 |
| Last Modified: | 07 Sep 2025 10:17 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/13470 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
