SANKSI PIDANA ISLAM TERHADAP PELAKU CYBERSEX (STUDI TERHADAP TELEDILDONICS)

AIME RICHARDO, AIME (2020) SANKSI PIDANA ISLAM TERHADAP PELAKU CYBERSEX (STUDI TERHADAP TELEDILDONICS). Skripsi thesis, UIN IB Padang.

[img]
Preview
Text (COVER, PERSETUJUAN PEMBIMBING, ABSTRAK)
COVER PERSETUJUAN PEMBIMBING ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (917kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB 1 BEBI MAUREN BETUL.pdf - Published Version

Download (722kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB 2 selesai.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (854kB)
[img]
Preview
Text (BAB III)
BAB 3 BEBI MAUREEN.pdf - Published Version

Download (883kB) | Preview
[img] Text (BAB IV)
BAB 4 BEBI MAUREEN FIX.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (816kB)
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB 5 BEBI MAUREEN fix.pdf - Published Version

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka finish.pdf - Published Version

Download (449kB) | Preview
[img] Text (FULL TEKS)
FULL.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Sanksi Pidana Islam Terhadap Pelaku Cybersex (Studi Terhadap Teledildonics)”Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya teknologi baru yang diistilahkan cybersex dengan menggunakan alat teledildonics. Cybersex adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan seksual dimana komputer atau internet digunakan untuk melihat gambar erotis, chatting erotis, bahkan sampai pada tukar menukar gambar atau email tentang seks yang terkadang diikuti oleh masturbasi. Teledildonics ialah perangkat seks jarak jauh dimana sensasi sentuhan dikomunikasikan melalui tautan data antara para peserta. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sanksi pidana Islam terhadap pelaku cybersex yang menggunakan teledildonics sebagai alat bantu seksualnya. Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka yang menjadi pertanyaan penelitian adalah, Pertama, apakah teledildonics sama dengan zina? Kedua, apa bahaya teledildonics terhadap kemanusiaan? Ketiga, bagaimana sanksi pidana Islam terhadap pelaku teledildonics? Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data penelitian ini berbentuk dokumentasi yang diambil dari buku-buku, jurnal, internet dan lain sebagainya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis isi yaitu suatu metode yang meliputi semua isi teks atau materi stekstuallainnya untuk mengetahui kesimpulan dari sebuah teks. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan: Pertama, Teledildonics bukan zina karena tidak ada kontak fisik antara pelaku, pelaku teledildonics melakukan aktifitas seksualnya di dunia maya. Kedua, dampak dari teledildonics terhadap kemanusiaan yaitu sangat luar biasa karena dapat merusak moral, agama serta menurunkan populasi manusia. Ketiga, sanksi terhadap pelaku teledildonics ialah jarimah takzir yaitu hukuman yang tidak terdapat dalam al-Qur’an dan sunnah dan diserahkan kepada hakim. Jika hukuman takzir diberlakukan kepada pelaku teledildonics dengan kemungkinan hukum yang bervariasi seperti hukuman jilid, hukuman mati, hukuman kurungan, hukuman ancaman, hukuman teguran dan hukuman denda. Maka penulis dapat menyimpulkan, hukuman mati merupakan hukuman takzir maksimal yang pantas diberikan kepada pelaku teledildonics karena menyangkut dua hal dalam maqashid al-syariah yaitu mengancam keturunan, merusak moral dan agama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: U Umum (General)
U Umum (General) > Referensi Umum dan Terbitan Berseri
Divisions: Fakultas Syari`ah > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: Users 20 not found.
Date Deposited: 12 Aug 2020 22:46
Last Modified: 12 Aug 2020 22:46
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/8949

Actions (login required)

View Item View Item